Perkenalkan saya Muhammad Ma's. Terima kasih sudah ingin lebih mengenal tentang diri saya, dan beg

Sabtu, 13 November 2021

PENDEKATAN STUDI ISLAM DALAM STUDI AGAMA PERSPEKTIF SOSIAL ETNOMENOLOGI, FENOMENOLOGI DAN HISTORIS

PENDEKATAN STUDI ISLAM DALAM STUDI AGAMA PERSPEKTIF SOSIAL ETNOMENOLOGI, FENOMENOLOGI DAN HISTORIS (Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Studi Islam) Dosen Pengampu : Dr. M. Anang Sholikhudin, S.Pd.I., M.Pd.I HALAMAN JUDUL
Disusun oleh: Mukhamad Ma’sum Nim : 202186020019 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN 2021 DAFTAR ISI DAFTAR ISI i BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 1 C. Tujuan 1 BAB II PEMBAHASAN 2 A. Pengertian Pendekatan Fenomenologi 2 B. Pengertian Pendekatan Historis (History of Religion). 5 BAB III PENUTUP 15 A. Kesimpulan 15 DAFTRA PUSTAKA 16 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mengkaji fenomena keagamaan berarti mempelajari periaku manusia dalam kehidupannya beragama. Ilmu pengetahuan sosial dengan caranya masing-masing, atau metode, teknik, dan peralatannya, dapat mengamati dengan cermat perilaku manusia itu, sehingga dimungkinkan ditemukannya segala unsur yang menjadi komponen terjadinya perilaku itu, juga “makna terdalam dan substansi sejati” ysng tersembunyi dibalik gejala tersebut. Hal ini sudah tentu berlaku juga untuk fenomena keberagaman (religious phenomenon) manusia. Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomenolgi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan Ilmu Hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti dari pada fenomenolgi. Secara harfiah, fenomenologi fenomenalisme adalah aliran atau paham yang menganggap bahwa fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Seorang fenomenalisme suku melihat gejala tertentu dengan ahli ilmu positif yang mengumpulkan data, mencari korelasi dan fungsi, serta membuat hukum-hukum dan teori. Salah seorang tokoh fenomenologi adalah Endmund Husserl (1859-1938), ia selalu berupaya mendekati realitas tidak melalui argumen-argumen, konsep-konsep, atau teori ilmu, kembali kepada benda-benda itu sendiri merupakan inti dari pendekatan yang dipakai untuk mendeskripsikan realitas menurut apa adanya. Setiap objek memliki hakikat, dan itu berbicara kepada kita jika kita membuka diri kepada gejala-gejala yang kita terima. Fenomenologi banyak diterapkan dalam epistimology, antropologi dan studi-studi keagamaan (kajian atas Kitab Suci). B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan pendekatan fenomenologi ? 2. Apakah yang dimaksud dengan pendekatan historis dalam kajian islam ? C. Tujuan 1. Memahami pengertian pendekatan fenomenologi dalam kajian islam 2. Memahami pengertian pendekatan historis dalam kajian islam BAB II PEMBAHASAN BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pendekatan Fenomenologi 1. Pengertian Pendekatan Fenomenologi Pendekatan adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama. Fenomen (phenom) berarti obyek atau apa yang diamati, fenomena (phenomena) merupakan hal-hal yang tampak (fakta atau peristiwa) yang dapat diamati oleh pancaindra. Sedangkan fenomenologi merupakan cabang ilmu filsafat yang mempelajari fenomen atau segala sesuatu yang menampakan diri. Fenomenologi agama adalah ilmu yang mempelajari agama sebagai suatu fakta atau peristiwa yang dapat diamati secara obyektif dengan menggunakan analisa deskriftif. Jadi, pendekatan fenomenologi adalah pendekatan agama dengan cara membandingkan berbagai macam gejala dari bidang yang sama antara berbagai macam agama. Sejak zaman Edmund Husserl, arti fenomenologi telah menjadi metodologi berpikir. Sebagai sebuah aliran filsafat, Edmund Husserl dianggap sebagai pendirinya. Dalam konteks studi agama, pendekatan feomenologi tidak bermaksud untuk memperbandingkan agama-agama sebagai satuan-satuan besar, melainkan menarik fakta dan fenomena yang sama yang dijumpai dalam agama yang berlainan, mengumpulkan dan mempelajarinya per kelompok. 2. Tugas, Tujuan dan Obyek Pendekatan Fenomenologi Tugas yang harus dipikul oleh fenomenologi agama, yaitu menunjukan bahwa agama perlu dikaji secara serius dan memberi kontribusi terhadap pemahaman kita tentang humanitas dengan cara yang positif. Seperti berikut ini. 1) Mencari hakikat ketuhanan 2) Menjelaskan teori wahyu 3) Meneliti tingkah laku keagamaan Tujuan dari fenomenologi: 1) Mengungkapkan atau mendeskripsikan makna sebagaimana yang ada dalam data (gejala) dalam bentuk kegiatan-kegiatan, tradisi-tradisi, dan simbol keagamaan. 2) Memahami pemikiran, tinga laku, dan lembaga-lembaga keagamaan tanpa mengikuti salah satu teori filsafat, teologi, metafisika, atauapun psikologi untuk memahami islam. Karena pada daarnya semua ciptaan Tuhan itu mengagungkan kebesaran-Nya dengan caranya masing-masing. Jadi, semua yang ada dia alam ini bisa dilihat dengan kacamata agama untuk menantarkan pada pemahaman terhadap Yang Maha Esa. Objek kajian dalam memahami Islam dengan menggunakan pendekatan fenomenologis adalah seluruh apa yang terdapat di alam. 3. Karakteristik Pendekatan Fenomenologi Fenomeologi agama berangkat dari evaluasi atas antesenden (pendekatan yang telah mendahuluinya), dan berusaha menetapkan kerangka kerja metodologisnya sendiri dalam studi agama dalam kaitannya sebagai pendekatan alternatif terhadap subjek agama. Meski demikian, kita mesti berhati-hati terhadap kecenderungan menganggap fenomenologi sama sekali berbeda dari disiplin-disiplin lain. Keadaannya lebih kompleks dan tidak stabil. Sarjana-sarjana awal dengan tekun memanfaatkan pandangan-pandangan pemikir dari disiplin-disiplin yang berbeda hingga sampai pada kesimpulan mereka sendiri. Karakteristik pendekatan fenomenologi ditemukan dalam batas-batas itu dan setiap sarjana menetapkan karyanya dalam kaitan dengan persoalan itu. Ini memberi pemahaman kepada kita bahwa tidak ada definisi fenomenologi secara baku. Pilihan yang terbaik adalah mengakui bahwa gagasan mengenai studi agama secara fenomenologis sesungguhnya merupakan upaya menjustifikasi studi agama berdasar istilah yang dimilikinya sendiri dari pada berdasar sudut pandang teolog atau ilmuan sosial. 4. Kelebihan dan kekurangan Kekurangan dan kelebihan pendekatan fenomenologi : 1. Kelebihan fenomenologi yaitu suatu penganut agama dapat memahami dan mencari hakikat agama lain. 2. Namun fenomenologi juga masih terperangkap dalam konsep paradigma. Husserl ketika membicarakan tentang "sumber terakhir dari segala pemahaman," ia berkata : sumber itu bernama moi-meme(saya sendiri). 3. Fenomenologi menganggap kesadaran sebagai pusat kenyataan, dan menjadikan totalitas muatan yang berasal dari imajinasi sebagai muatan realisme. Contoh pendekatan fenomenologi Para wali dan sunan dalam membentuk corak kebudayaan yang lama tidak dihilangkan dengan alasan agar masyarakat tidak terlalu kaget dengan perubahan. Dengan demikian, ajaran Islam dapat diterima dengan mudah dan tanpa ketakutan. Unsur-unsur tradisi masih melekat dapat dirasakan hingga sekarang, di antaranya acara tahlilan, berziarah, sekatenan, dan grebeg mulud. 1. Tahlilan Tahlilan adalah acara doa bersama yang diadakan di rumah keluarga orang yang meninggal, yang diikuti oleh keluarga yang berduka, para tetangga, dan sanak-saudara orang yang meninggal. Tahlilan dimulai pada hari di mana orang bersangkutan meninggal, biasanya pada malam hari setelah salat magrib atau isya. Dalam pelaksanaannya, dibacakan ayat-ayat dari Al-Quran, terutama Surat Yaasin dari ayat pertama hingga terakhir, doa-doa agar sang almarhum atau almarhumah diampuni segala dosanya dan diterima amal-ibadahnya, serta salawat (salam) terhadap Nabi Muhammad beserta para kekuarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya. Acara tahlilan ini lazimnya diselenggarakan selama tujuh hari berturut-turut. Setelah itu, diadakan pula tahlilan untuk memperingati 40 bahkan hingga 1.000 hari kematian almarhum/almarhumah. Peringatan 7, 40, dan 100 hari merupakan tradisi Indonesia pra-Islam, yakni budaya lokal yang telah bersatu dengan tradisi Hindu-Buddha. Pada zaman Majapahit, penghormatan terhadap orang yang meninggal dilakukan secara bertahap, yakni pada hari orang bersangkutan meninggal, 3 hari kemudian, 7 hari kemudian, 40 hari kemudian, 1 tahun kemudian, 2 tahun kemudian, dan 1000 hari kemudian. Terlihat bahwa acara tahlilan tak sepenuhnya ajaran murni Islam. Nabi Muhammad tak pernah mengadakan acara tahlilan bila ada yang meninggal, melainkan hanya mendoakan agar orang meninggal tersebut diampuni dosanya dan diterima keimanan Islamnya. 2. Ziarah Dalam agama Islam dikenal tradisi ziarah, yakni berkunjung ke makam atau kuburan untuk mendoakan almarhum/almarhumah agar iman Islamnya diterima oleh Sang Pencipta dan dihapuskan segala dosa yang pernah dilakuan selama hidupnya. Namun, pada perkembangannya di Indonesia, tradisi ziarah ini disisipi oleh kehendak-kehendak lain yang tak ada hubunganya dalam konteks keislaman. Tradisi berziarah Islam bercampur padu dengan tradisi pemujaan terhadap roh nenek-moyang atau dewa-dewa Hindu-Buddha, dan hasilnya adalah sang penziarah bukannya mendoakaan arwah yang meninggal akan tetapi memiliki tujuan lain, di antaranya meminta kekuatan gaib kepada roh nenekmoyang atau arwah tokoh-tokoh penting dan keramat. Tak jarang, makam para wali di Jawa banyak dikunjungi oleh mereka yang memintai ”petunjuknya” kepada roh sang wali yang telah meninggal. Padahal dalam pandangan Islam, orang yang sudah meninggal itu tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk memberikan bantuan kepada orang yang masih hidup, seperti memberikan kekayaan, jabatan, pangkat, kekebalan tubuh, atau yang lainnya. Maka dari itu, ada orang yang menyebut ziarah sebagai nyadran atau nyekar. Tradisi nyekar ini merupakan peninggalan prasejarah yang paling kental dalam tradisi Islam sekarang. Alkisah, pada tahun 1284 Saka atau 1362 M, Raja Majapahit, Hayam Wuruk melakukan acara srada untuk memperingati wafatnya Rajapatni. Tradisi penghormatan terhadap roh nenek moyang terasa masih sangat kental, walaupun sudah masuk agama Hindu-Buddha. Di saat masuknya agama Islam, upacara seperti ini tidak hilang malah dibumbui dengan unsur-unsur Islam. Acara srada dalam bahasa Jawa sekarang adalah nyadran dilakukan pada bulan arwah (Ruwah) atau disebut pula Syaban untuk menjemput datangnya bulan Ramadhan serta pada hari raya Idul-Fitri dan Idul Adha (Lebaran Haji). Para penziarah mulanya membacakan doa-doa dan Surat Yaasin dari Al-Quran. Setelah itu mereka menaburkan bebungaan berwarna-warni dan mengucurkan air tawar yang telah diberi bacaan/doa di atas tanah makam yang dimaksud. 3. Sekatenan dan Grebeg Maulid Upacara sekatenan diciptakan Sunan Bonang dalam rangka menyambut hari Maulud Nabi Muhammad Saw. yang jatuh pada bulan Rabiul Awal tahun Hijriah. Jadi, sekatenan merupakan bagian dari acara grebeg Maulud. Sunan Bonang, seperti Sunan Kalijaga, menggunakan pertunjukan wayang sebagai media dakwahnya. Lagu gamelan wayang berisikan pesan-pesan ajaran agama Islam. Setiap bait diselingi ucapan syahadatain yang kemudian dikenal dengan istilah sekaten. Dalam tradisi sekatenan, semua pihak diharapkan keikutsertaannya, dari raja, abdi dalem istana, pasukan kerajaan, hingga rakyat kecil. Mereka berada di jalan guna berebutan berkah yang berupa nasi dan laukpauk berikut sayur mayurnya untuk dinikmati. B. Pengertian Pendekatan Historis (History of Religion). 1. Historis Dalam kamus bahasa inggris historis artinya sejarah, atau peristiwa. Kata sejarah dari kata Arab syajarahtun yang berarti pohon. Pengambilan istilah ini agaknya berkaitan dengan kenyataan, bahwa sejarah setidaknya dalam pandangan orang pertama yang menggunakan kata ini menyangkut tentang, antara lain, syajarat al-nasab, pohon genealogis yang dalam masa sekarang agaknya bisa disebut sejarah keluarga (family history). Atau boleh jadi juga karena kata kerja syajara juga punya arti to happen, to occurred dan to develop. Namun selanjutnya, sejarah dipahami mempunyai makna yang sama dengan tarikh (Arab), istora (Yunani), history atau geschichte (jerman), yang secara sederhana berarti kejadian-kejadian menyangkut manusia pada masa silam. Merujuk pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Perlu di ketahui dan dicatat bahwa tidak semua peristiwa masa silam dimasukkan kedalam sejarah setidaknya kalau kita bicara sejarah sebagai ilmu, terdapat pembatasan-pembatasan tertentu tentang peristiwa masa lampau itu. Ada empat hal yang membatasi peristiwa masa lampu yaitu pertama, pembatasan yang menyangkut waktu, kedua pembatasan yang menyangkut peristiwa, ketiga, pembatasan yang menyangkut tempat, dan keempat, pembatasan yang menyangkut seleksi artinya tidak semau peristiwa masa lampu dianggap katagori sejarah Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodisasi. 2. Pengertian Historis Menurut Para Pakar. Para sejarawan beragam dalam mendefinisikan historis. Sebagaimana mendefinisikan secara sangat sempit; Edward Freeman, misalnya menyatakan historis adalah politik masa lampau (history is past politics). Sebagiannya mendefinisikan secara luas; Ernst Bernheim, sebagai contoh, menyatakan, historis adalah ilmu tentang perkembangan manusia dalam upaya-upaya mereka sebagai makhluk sosial. Menurut Hasan historis atau tarikh adalah suatu seni yang membahas tentang kejadian-kejadian waktu dari segi spesifikasi dan penentuan waktunya, temannya manusia dan waktu, permasalahaannya adalah keadaan yang menguraikan bagian-bagian ruang lingkup situasi yang terjadi pada manusia dalam suatu waktu.[6] Dalam hal ini bisa dipahami bahwa dengan seni ini islam bisa hadir ditengah-tengah kita sekarang ini. Menurut William H. Frederick, kata historis diserap daribahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon atau keturunan atau asal-usul yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu syajarah. Menurut Jan Romein, kata sejarah memiliki arti yang sama dengan kata history (Inggris), geschichte (Jerman) dan geschiedenis (Belanda), semuanya mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dari berbagai pendapat di atas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami. Kalau kita kaitkan dengan kajian islam secara historis dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa islam historis dikaji dari aspek sejarah, menganalisis perkembangannya dari awal sampai sekarang. Mengapa demikian karena islam tidak lepas dari historisnya. 3. Pendekatan Historis. Pendekatan dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki pengertian sebagai usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, atau metode-metode untuk mencapai pengertian masalah yang diteliti. Secara umum dapat dimengerti bahwa pendekatan historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Atau dengan kata lain yaitu penelitian yang mendeskripsikan gejala, tetapi bukan yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan. Secara sempit Pendekatan historis adalah meninjau suatu permasalahan dari sudut tinjauan sejarah, dan menjawab permasalahan serta menganalisisnya dengan menggunakan metode analisis sejarah. Sejarah atau histori adalah studi yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lalu yang menyangkut kejadian atau keadaan yang sebenarnya. Pendekatan kesejarahan ini amat dibutuhkan dalam memahami agama, karena agama itu sendiri turun dalam situasi yang konkret bahkan berkaitan dengan kondisi sosial kemasyarakatan. Tujuan pendekatan historis adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasikan, serta mensistesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Seringkali penelitian yang demikian itu berkaitan dengan hipotesis-hipotesis tertentu. Melalui pendekatan historis seseorang diajak menukik dari alam idealis yang bersifat empiris dan mendunia. Dari keadaan ini seseorang akan melihat adanya kesenjangan atau keselarasan antara yang terdapat dalam idealis dengan yang ada di alam empiris dan historis. Maka lapangan sejarah adalah meliputi segala pengalaman manusia. Menurut Ibnu Khaldun sejarah tidak hanya dipahami sebagai suatu rekaman perisriwa masa lampau, tetapi juga penalaran kritis untuk menemukan kebenaran suatu peristiwa, adanya batasan waktu (yaitu masa lampau), adanya pelaku (yaitu manusia) dan daya kritis dari peneliti sejarah. Dengan kata lain di dalam sejarah terdapat objek peristiwanya (what), orang yang melakukannya (who), waktunya (when), tempatnya (where) dan latar belakangnya (why). Seluruh aspek tersebut selanjutnya disusun secara sistematik dan menggambarkan hubungan yang erat antara satu bagian dengan bagian lainnya. Pendekatan historis ini juga dimaksudkan diamana islam dikaji dari persefektif yang dikenal dalam ilmu-ilmu sejarah. Misalnya dalam hal ini sebuah sejarah dipengaruhi oleh banyak faktor seperti sejarah dipengaruhioleh masa dan cara berpikir masa itu dan seterusnya. Dengan demikian pendekatan historis dalam kajian islam adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memhami serta membahas secara mendalam tentang seluk-beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sepanjang sejarahnya. Dengan menggunakan pendekatan sejarah ada minimal dua teori yang bisa digunakan yaitu Idealist Approach dan Reductionalitst Approach. Maksud idealist approach adalah seorang peneliti yang berusaha memahami dan menafsirkan fakta sejarah dengan mempercayai secara penuh fakta yang ada tanpa keraguan. Sedangkan reductionalitst approach adalah seorang peneliti yang berusaha memahami dan menafsirkan fakta sejarah dengan penuh keraguan. Seperti dijelaskan sebelumnya ada 3 teori lain yang penting di pahami dengan pendekatan sejarah, yakni: diakronik, sinkronik dan sistem nilai. a. Diakronik Diakronik dalah penelusuran sejarah dan perkembangan satu fenomena yang sedang diteliti. Misalnya kalau sedang meneliti konsep riba, menurut Muhammad Abduh diakroninya adalah harus lebih dahulu membahas kajian-kajian orang sebelumnya yang pernah membahas tentang riba. b. Sinkronik Sinkronik adalah kontekstualisasi atau sosiologis kehidupan yang mengitari fenomena yang sedang diteliti. Kembali pada contoh konsep riba Muhammad ‘Abduh, maka sosial kehidupan Muhammad ‘Abduh dan sosial kehidupan tokoh-tokoh yang pernah membahas fenomena yang sama juga harus dibahas. c. Sistem nilai Sistem nilai adalah sistem nilai atau budaya sang tokoh dan budaya dimana dia hidup. Maka penelitian dengan teori diakroni, sinkroni dan sistem budaya adalah penelitian yang menelusuri latar belakang dan perkembangan fenomena yang diteliti lengkap dengan sejarah sosio-historis dan nilai budaya yang mengitarinya. Maka wajar kalau alat analisis ini lebih dikenal sebagai alat analisis sejarah dan atau sosial (sosiologi). 4. Ruang Lingkup Kajian Historis Kajian islam sangat hangat di perbincangkan era moderen ini karena pergumulannya tak pernah kunjung selesai sampai kapanpun yakni dari aspek historis-empiris partikular dari agama-agama dan aspek meaning (makna) keberagamaan umat manusia yang mendasar dan universal-transedental, yang pada gilirannya ingin dijembatani dan dikawinkan oleh pendekatan fenomenologi agama. Jadi dalam bentuknya yang historis-empiris, agama selalu menjadi bagian dari setting historis dan sosial komunitasnya. Untuk memahami lebih dalam mengenai historis dalam kajian islam setidaknya kita harus mendudukkan permasalahan ini pada ruang lingkup yang lebih sempit diantarnya: 1. Islam Sebagai doktrin dari Tuhan yang sebenarnya bagi para pemeluknya sudah final dalam arti absolute, dan diterima apa adanya. bahwa islam itu terdapat dua macam nilai yakni islam berdimensi normatif dan islam berdimensi historis. Kedua aspek ini terdapat hubungan yang menyatu, tidak dapat dipisahkan, tetapi dapat dibedakan. Pertama; aspek normatif yakni wahyu harus diterima sebagaimana adanya, mengikat semua pihak dan berlaku universal. Kedua aspek historis yakni, kekhalifahan senantiasa dapat berubah, menerinma diskusi karena produk zaman tertentu, dan hal itu bukan hal yang sakral. 2. Islam Sebagai gejala budaya, yang berarti seluruh yang menjadi kreasi manusia dalam kaitannya dengan agama, termasuk pemahaman orang terhadap doktrin agamanya. 3. Islam Sebagai interaksi sosial, yaitu realitas umat islam. 4. Islam sebagai peroduk historis adalah islam yang tidak bisa dilepaskan dari kesejarahan dan kehidupan manusia yang berada dalam ruang dan waktu. Islam yang terangkai dengan konteks kehidupan pemeluknya. Oleh karenanya realitas kemanusiaan selalu berada dibawah realitas ke-Tuhan-an. Berbicara tentang sejarah, biasanya akan segera menghubungkannya dengan cerita, yaitu cerita tentang pengalaman-pengalaman manusia di waktu yang lampau. Bahwasanya sejarah pada hakekatnya adalah sebuah cerita kiranya tidak bisa disangkal lagi. semuanya mencerminkan gagasan bahwa sejarah itu hakekatnya adalah tidak lain sebagai suatu bentuk cerita. Kendati begitu, hal yang perlu sekali disadari adalah kenyataan bahwa sebagai cerita, sejarah bukanlah sembarang cerita. Cerita sejarah tidaklah sama dengan dongeng ataupun novel. Ia adalah cerita yang didasarkan pada fakta-fakta dan disusun dengan metode yang khusus yang bermula dari pencarian dan penemuan jejak-jejak sejarah, mengujji jejak-jejak tersebut dengan metode kritik yang ketat (kritik sejarah) dan diteruskan dengan interpretasi fakta-fakta untuk akhirnyadisusun dengan cara-cara tertentu menjadi sebuah cerita yang menarik tentang pengalaman masa lampau manusia itu. 5. Historis/Sejarah sebagai peristiwa, sebagai Kisah sebagai ilmu. Sejarah dapat digolongkan sebagai ilmu apabila ia memiliki syarat-syarat dari suatu ilmu pengetahuan atau syarat-syarat ilmiah. Itulah setidaknya fakta yang telah kami temukan sebagai ruang lingkup kajian historis islam yang menarik dikaji dari asfek sejarah. C. Metode Pendekatan Historis Penelitian sejarah yang pada dasarnya adalah penelitian terhadap sumber-sumber sejarah, merupakan implementasi dari tahapan kegiatan yang tercakup dalam metode sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tahapan kegiatan yang disebut terakhir sebenarnya bukan kegiatan penelitian, melainkan kegiatan penulisan sejarah (penulisan hasil penelitian). Diantara metode yang dipakai dalam pendektan kajian islam anatara lain sebagai beikut: 1. Heuristik Heuristik adalah kegiatan mencari dan menemukan sumber yang diperlukan. Berhasil-tidaknya pencarian sumber, pada dasarnya tergantung dari wawasan peneliti mengenai sumber yang diperlukan dan keterampilan teknis penelusuran sumber. Berdasarkan bentuk penyajiannya, sumber-sumber sejarah terdiri atas arsip, dokumen, buku, majalahatau jurnal, surat kabar, dan lain-lain. Berdasarkan sifatnya, sumber sejarah terdiri atas sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber yang waktu pembuatannya tidak jauh dari waktu peristiwa terjadi. Sumber sekunder adalah sumber yang waktu pembuatannya jauh dari waktu terjadinya peristiwa. Peneliti harus mengetahui benar, mana sumber primer dan mana sumber sekunder. Dalam pencarian sumber sejarah, sumber primer harus ditemukan, karena penulisan sejarah ilmiah tidak cukup hanya menggunakan sumber sekunder. Agar pencarian sumber berlangsung secara efektif, ada dua unsur penunjang heuristik harus diperhatikan yaitu: a) Pencarian sumber harus berpedoman pada bibliografi kerja dan kerangka tulisan. Dengan memperhatikan permasalahan-permasalahan yang tersirat dalam kerangka tulisan (bab dan subbab), peneliti akan mengetahui sumbersumber yang belum ditemukan. b) Dalam mencari sumber di perpustakaan, peneliti wajib memahami system katalog perpustakaan yang bersangkutan. Sumber untuk penulisan sejarah ilmiah bukan sembarang sumber, tetapi sumber-sumber itu terlebih dahulu harus dinilai melalui kritik ekstern dan kritik intern. Kritik ekstern menilai, apakah sumber itu benar-benar sumber yang diperlukan? Apakah sumber itu asli, turunan, atau palsu? Dengan kata lain, kritik ekstern menilai keakuratan sumber. Kritik intern menilai kredibilitas data dalam sumber. Tujuan utama kritik sumber adalah untuk menyeleksi data, sehingga diperoleh fakta. Setiap data sebaiknya dicatat dalam lembaran lepas (system kartu), agar memudahkan pengklasifikasiannya berdasarkan kerangka tulisan. 2. Interpretasi Setelah fakta untuk mengungkap dan membahas masalah yang diteliti cukup memadai, kemudian dilakukan interpretasi, yaitu penafsiran akan makna fakta dan hubungan antara satu fakta dengan fakta lain. Penafsiran atas fakta harus dilandasi oleh sikap obyektif. Kalaupun dalam hal tertentu bersikap subyektif, harus subyektif rasional, jangan subyektif emosional. Rekonstruksi peristiwa sejarah harus menghasilkan sejarah yang benar atau mendekati kebenaran. 3. Historiografi Kegiatan terakhir dari penelitian sejarah (metode sejarah) adalah merangkaikan fakta berikut maknanya secara kronologis/diakronis dan sistematis, menjadi tulisan sejarah sebagai kisah. Kedua sifat uraian itu harus benar-benar tampak, karena kedua hal itu merupakan bagian dari ciri karya sejarah ilmiah, sekaligus ciri sejarah sebagai ilmu. Selain kedua hal tersebut, penulisan sejarah, khususnya sejarah yang bersifat ilmiah, juga harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah umumnya. Contoh klasik terbaik dalam penulisan “general” atau “total historis” adalah karya ibn khaldun, Kitab al-Ibar wa Diwan al-Mubtada ‘wa al Khabar fi Ayyam al ‘Arab wa al-Barba wa man ‘Asharahum min dzawi al-Sulthan al-Akbar, dan tentu saja pendahuluan kitab ini, al-Mukadimmah, yang sering diterbitkan secara terpisah. Dalam al-mukadimmah, Ibn Khaldun tidak sekedar menarasikan kejadian-kejadian lampau, apalagi membatasi peristiwa-peristiwa politik. Tetapi juga ilmu-ilmu lain termasuk geografi, klimatologi, antropologi, etnologi, filologi, dll. 5. Fungsi dan Aplikasi Pendekatan Historis Dalam Kajian Islam Historis yang diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa masa lamapau yang dialami oleh manusia, disusun secara ilmiah, meliputi kurun waktu tertentu, diberi tafsiran, dan dianalisis secara kritis sehingga mudah dimengerti dan memiliki manfaat. Menurut M.Yatimin Abdullah, fungsi pendekatan historis atau sejarah dalam pengkajian Islam adalah untuk merekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensistematisasikan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat Menurut Kuntowijoyo keguanaan kajian historis dibagi menjadi dua yaitu guna intrinsik dan guna ekstrinsik apa yang dimaksud dengan kedua fungsi tersebut silahkan baca keterangan dibawah ini. 1. Guna Intrinsik Guna intrinsik, yakni kegunaan dari dalam yang nampak terkait dengan keilmuan dan pembinaan profesi kesejarahan. Guna intrinsik historis sebagai berikut a. Historis sebagai ilmu. b. Historis sebagai cara mengetahui masa lampau c. Historis sebagai pernyataan pendapat. d. Sejarah sebagai profesi. 2. Guna Ekstrinsik. Guna ekstrinsik terkait dengan proses penanaman nilai dan proses pendidikan. Guna Ekstrinsik meliputi. a. Historis sebagai pendidikan moral. b. Historis sebagai pendidikan penalaran. c. Historis sebagai pendidikan politik. d. Historis sebagai pendidikan kebijakan. e. Historis sebagai pendidikan perubahan. f. Historis sebagai pendidikan masa depan. g. Historis sebagai pendidikan keindahan. h. Historis sebagai ilmu bantu. Menurut Nugroho Notosusanto dengan fungsi ekstrinsik tersebut, menjelakan empat fungsi atau guna historis yaitu: fungsi rekretaif, inspiratif, instruktif dan edukatif. 1. Fungsi rekreatif Ketika seseorang membaca narasi historis dan isinya mengandung hal-hal yang terkait dengan keindahan, romantisisme, maka akan melahirkan kesenangan estetis. Tanpa bernajak dari tempat duduk, seseorang yang mempelajari sejarah dapat menimati bagaimana kondisi suatu masa pada masa lampau. Jadi seolah-olah seseorang tadi sedang berekreasi ke suasana yang lampau. 2. Fungsi inspiratif Dengan mempelajari historis akan dapat mengembangkan inspiratif, imajinatif dan kretivitas generasi yang hidup sekarang dalam rangka hidup beragama dan bernegara. Fungsi inspiratif juga dapat dikaitkan dengan pendidikan moral. Sebab setelah belajar historis/sejarah seseorang dapat mengembangkan inspirasi dan berdasarkan keyakinannya dalam menerima atau menolak nilai yang terkandung dalam suatu peristiwa sejarah/ historis. 3. Fungsi instruktif Maksud fungsi intrukstif adalah sejarah sebagai alat bantu dalam proses suatu pembelajaran. Sejarah berperan sebagai upaya penyampaian pengetahuan dan ketrampilan kepada orang lain. 4. Fungsi edukatif Belajar historis/sejarah sebenarnya dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan keseharian bagi setiap manusia. Historis mengajarkan tentang contoh yang sudah terjadi agar seseorang menjadi arif, sebagai petunjuk dalam berperilaku. Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, obyek, latar belakang, dan pelaku dari peristiwa tersebut. Menurut ilmu ini segala peristiwa dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, dimana, apa sebabnya, dan siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Melalui pendekatan sejarah seseorang akan diajak menukik dari alam idealis ke alam yang bersifat empiris dan mendunia. Dari keadaan ini seseorang akan melihat adanya kesenjangan atau keselarasan antara yang terdapat dalam alam idealis dengan yang ada di alam empiris dan historis. Pendekatan kesejarahan ini amat dibutuhkan dalam memahami agama. Begitu juga dengan islam karena agama itu sendiri turun dalam situasi yang kongkret bahkan berkaitan dengan kondisi sosial kemasyarakatan. Sejarah hanya sebagai metode analisis atas dasar pemikiran bahwa sejarah dapat meyajikan gambaran tentang unsur-unsur yang mendukung timbulnya suatu lembaga. Pendekatan sejarah bertujuan untuk menentukan inti karakter agama dengan meneliti sumber klasik sebelum dicampuri yang lain. Dalam menggunakan data historis maka akan dapat menyajikan secara detail dari situasi sejarah tentang sebab akibat dari suatu persoalan agama. Melalui pendekatan historis ini, seseorang diajak untuk memasuki keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan penerapan suatu peristiwa. Disini seseorang tidak akan memahami agama keluar dari konsep historisnya, karena pemahaman demikian itu akan menyesatkan orang yang memahaminya. Misalnya seseorang yang ingin memahami Al-Qur’an secara benar maka ia harus mempelajari sejarah turunnya Al-Qur’an atau kejadian-kejadian yang mengiringi turunnya Al-Qur’an. Dengan pendekatan historis ini masyarakat diharapkan mampu memahami nilai sejarah adanya agama Islam. Sehingga terbentuk manusia yang sadar akan historisitas keberadaan islam dan mampu memahami nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Penerapan pendekatan historis dapat dilakukan pada studi sumber Islam atau studi Al-Quran maupun Sunnah, misalnya: a. Fenomena orang mabuk shalat. Terdapat landasan normatif dalam Al-Quran “janganlah kamu mendekati shalat, sedang kamu mabuk”. Melalui teks tersebut terdapat makna bahwa jika sesorang sedang mabuk janganlah ia shalat hingga ia sadar. Namun juga berkesan bahwa di luar shalat boleh mabuk. Jelas keliru. Ayat tersebut mesti dipahamai melalui pendekatan historis asbabun nuzul-nya. Ayat itu merupakan rangkaian pengharaman khamr. Awalnya khamr hanya disebutkan banyak madharatnya saja disbanding dengan manfaatnya. Lalu dipertegas oleh ayat di atas bahwa janganlah shalat ketika mabuk dan diakhiri dengan pengharaman khamr di ayat lain. Maka, dengan pendekatan historis ayat, tidak akan ada misinterpretasi makna dalam memahami sebuah ayat. b. Buku yang paling awal di tulis oleh kaum muslimin adalah Kitab Allah. Awalnya mereka sempat ragu- ragu untuk menuliskannya. Pembunuhan besar- besaran pada para penghafal Al-Qur’an pada saat terjadinya perang Riddah (perang melawan orang- orang murtad) dan perang melawan nabi palsulah yang membuat mereka menuliskan kitab ISSN: 1412-7075 Manarul Qur’an |133 Allah. Hal itu di karenakan adanya rasa khawatir kitab Allah akan lenyap dan dilupakan. c. Keraguan yang lebih besar terjadi tatkala akan dilakukan penulisan hadist-hadist Rasulullah. Hadist-hadist Rasulullah itu tidak dituliskan karena khawatir bercampur baur dengan Al-Qur’an. Abu Bakar telah memerintahkan manusia saat ini untuk tidak meriwayatkan sesuatu dari Rasulullah. Umar kemudian melanjutkan tradisi Abu Bakar. Penulisan hadist ini tidak dimulai kecuali pada pertengahan abad ke-2 Hijriyah atau pertengahan abad ke- 8 Masehi. e. Seseorang yang ingin memahami Al-qur’an secara benar misalnya, yang bersangkutan harus mempelajari turunnya Al-qur’an atau kejadiankejadian yang mengiringi turunnya Al-qur’an yang selanjutnya disebut sebagai Ilmu Asbab al-Nuzul (Ilmu tentang Sebab-sebab Turunnya Alqur’an) yang pada intinya berisi sejarah turunnya ayat Al-qur’an. BAB III PENUTUP BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Dalam pendekatan studi islam terdapat pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi adalah pendekatan agama dengan cara membandingkan berbagai macam gejala dari bidang yang sama antara berbagai macam agama. 2. Pendekatan fenomenologi memiliki tujuan Mengungkapkan atau mendeskripsikan makna sebagaimana yang ada dalam data (gejala) dalam bentuk kegiatan-kegiatan, tradisi-tradisi, dan simbol keagamaan dan memahami pemikiran, tingkah laku, dan lembaga-lembaga keagamaan tanpa mengikuti salah satu teori filsafat, teologi, metafisika, ataupun psikologi untuk memahami islam. 3. Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, obyek, latar belakang, dan pelaku dari peristiwa tersebut. Menurut ilmu ini segala peristiwa dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, dimana, apa sebabnya, dan siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Pendekatan sejarah mengutamakan oreintasi pemahaman atau penafsiran terhadap fakta sejarah, sejarah tersebut berperan sebagai metode analisis, atau pisau analisis, karena sejarah dapat menyajikan gambaran tentang unsur-unsur yang mendukung timbulnya suatu kejadian, maka agama sebagai sasaran penelitian haruslah dijelaskan fakta-faktanya yang berhubungan dengan waktu. DAFTRA PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Taufik., and Muhammad Rusli Karim, ‘Metodologi Penelitian Agama : Sebuah Pengantar’, 1990, 151 Bustamam-Ahmad, Kamaruzzaman, ‘Islam Historis : Dinamika Studi Islam Di Indonesia’, 2002, 402 Connolly, Peter, ‘Aneka Pendekatan Studi Agama’, Approaches to The Study of Religion, 2016 Febrianti, Fajri, ‘Metodologi Studi Islam’ Untuk mengenal lebih dalam dengan si blogger bisa klik link di bawah http://bit.ly/Mashum_santripreneur

Rabu, 10 November 2021

Tugas Mencari Murodif / Sinonim kalimat PBA Madin '21 UYP Dosen Pengampu Dr. Syaifullah, M.Pd

Nama : Mukhamad Ma'sum nim : 202186020019 اللهم : ياالله العن : لعنۃ الكفرۃ : شك الذين : من يصدون تركه : ادفعه عن : عنك سبلك : تقصد ويكدبون : اسفلالوجهه عنك رسلك : عن الطموح ويقاتلون : يتصادمون اوليأك : أنا معجب بك اللهم : يا الله اشدد : مرهق وطأتك : تربيتۃ عليهم : علی العموم وجعل : وصنع عليهم : علی العموم رجزك : مسموح وعن بك : واضطهد اللهم : ياالله خلق : هدم بين كلمتهم : بين كلام الجميع اللهم : يالله شتت :غيرمرتب عملهم : الجميع مشغولون اللهم : ياالله مزق : الحياۃ جمعهم : ضع كل شٸ معا اللهم : ياالله زلزل : صدمۃ اقدامهم : كل الأرجل وانزل : ويغرق بأسك : اسف الذي لاتردۃ : مالا تريده عن القوم : حول كل شٸ المجرمين : نذل اللهم : ياالله انظر : انظر الی ونصر : وبطل اخواننا : أقاربنا مسلمی : اسلام وكشف : أسكب كروبهم : أنبهم مكتبٸون اللهم : يا الله اسم : الحمد : الثناء على رب : إله العالمين : الكون يوافي : يمالئ نعمة : بركة يكافئ : يتم مزيد : نموا ربنا : الهنا ينبغي : يستحب جلال : عظمة وجه : القسمة سلطان : ملك اغفر : اعفو ألّف : أصلح قلوب : فؤاد يشدون : يعتزلون سبيل : طريق : منهج يكذبون : ينكرون اولياء : محبين يقاتل : يحارب شط : بعد شمل : اتّحاد مزق : دمر جمع : الندوة

Selasa, 02 November 2021

Kronologi etek etek twing twing......

Karya Pak Misbahudin Alias Pak Sugeng Bongso Alus

Kronologi etek etek twing twing...... 

Cerpen kita 

Wes tak niati mrei kerjo setengah hari, wes izin barang, budal teko nggon   kerjo.... Tibake kaet tutuk pandaan Wes gemeredek udane.... Akhire tut tut tut.... Alon alon sak tutuk tutuke... Eh dilalah pas tutuk ndisore jembatan tol kok awak rasane adem kabeh... Sampek twing twing ngunu ng ndas..... Ealah. Pas tutuk kampus kok gak sido kuliah.... Etek etek wes ngene  iki......... 

Sepenggal crita ketika masuk liwat telpon..... Mohon maaf kalu ada ejaan yg salah penulisannya.... Hahahahahahah

Rabu, 03 Februari 2021

Hukum Menikah Tanpa Sepengetahuan Wali

 📚 *RUMUSAN LBM (Putra) Antar Pesantren Indonesia*


_Memutuskan_

_Dan mempertimbangkan_


*📃 Lampiran* :133

_🗓 Senin  / 11/ Mei / 2020_


*Pertanyaan :*


Assalamualaikum 

Mau nanya ust... 


Langsung saja. 

Adakah ulama yg memperbolehkan menikah tanpa sepengetahuan wali si perempuan, dan perempuan tersebut masih berstatus perawan.?



*Sa'il Ustadz :*  Hamba Alloh.


 *Pesantren* /: aktivis Mahasiswa Surabaya.


*Jawaban  :*


```Di Dalam Madhab Syafiiyah TIDAK ada Pendapat yg memperbolehkan dan menghalalkan adanya Nikah Dg tanpa wali .sebab adanya Wali Merupakan Rukun daripada Sah nya Akad Nikah.

Berbeda halnya dg Madhab hanafiyah Yg memperboleh kan nikah dg tanpa wali Hanya dg saksi namun dg catatan di bawah ini sebagai brikut. ```


NB: 


 ORang yg Menganut Madhab syafiiy Merekayasa dgn cara pindah madzhab Hanafi yg memperbolehkan nikah tanpa wali, itu TIDAK BOLEH karena termasuk menghalang-menghalangi hak nya Wali untuk menikahkan.



*Refrensi :*

______


 *قرة العين بفتاوى إسماعيل الزين ص ١٦١* 


رجل شافعي أراد أن يتزوج بامرأة لها أب أو غيره من سائر الأولياء وكره ذلك الشافعي أن يعلم وليها بتزوجه لها *فتحيل لذلك بتقليد مذهب الحنفي الذي يصح النكاح عنده بغير ولي.* فتعقد المرأة نكاح نفسها له أو توكل غيرها بحضور شاهدين هل نقره نحن معاشر الشافعية على النكاح المذكور وهل أثم ذلك الرجل في تحيله

الجواب والله المهم للصواب : الى ان قال...

*فالجواب نعم أثم بذلك إن كان  تحيله  لأجل ابطال حق الولي في الكفاءة ولم يكن عاضلا ولا به مانع من الولاية*  وإن لم يكن كذلك أو كان في إعلامه مشقة  ظاهرة واحتاجت المرأة للنفقة فلا يأثم بذلك

--------


*الفقه الاسلامي وأدلته ج ٩*

*اﻟﺸﺮﻁ اﻟﻌﺎﺷﺮ ـ ﺣﻀﻮﺭ اﻟﻮﻟﻲ: ﻫﻮ ﺷﺮﻁ ﻋﻨﺪ اﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻏﻴﺮ اﻟﺤﻨﻔﻴﺔ، ﻓﻼ ﻳﺼﺢ اﻟﺰﻭاﺝ ﺇﻻ ﺑﻮﻟﻲ،* ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﻓﻼ ﺗﻌﻀﻠﻮﻫﻦ ﺃﻥ ﻳﻨﻜﺤﻦ ﺃﺯﻭاﺟﻬﻦ} [ اﻟﺒﻘﺮﺓ:232/ 2] 

ﻗﺎﻝ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ: ﻫﻲ ﺃﺻﺮﺡ ﺁﻳﺔ ﻓﻲ اﻋﺘﺒﺎﺭ اﻟﻮﻟﻲ، ﻭﺇﻻ ﻟﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻟﻌﻀﻠﻪ ﻣﻌﻨﻰ. ﻭﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻻ ﻧﻜﺎﺡ ﺇﻻ ﺑﻮﻟﻲ» (¬2) ﻭﻫﻮ ﻟﻨﻔﻲ اﻟﺤﻘﻴﻘﺔ اﻟﺸﺮﻋﻴﺔ، ﺑﺪﻟﻴﻞ ﺣﺪﻳﺚ ﻋﺎﺋﺸﺔ: «ﺃﻳﻤﺎ اﻣﺮﺃﺓ ﻧﻜﺤﺖ ﺑﻐﻴﺮ ﺇﺫﻥ ﻭﻟﻴﻬﺎ، ﻓﻧﻜﺎﺡﻫﺎ ﺑﺎﻃﻞ، ﺑﺎﻃﻞ، ﺑﺎﻃﻞ، ﻓﺈﻥ ﺩﺧﻞ ﺑﻬﺎ ﻓﻠﻬﺎ اﻟﻤﻬﺮ ﺑﻤﺎ اﺳﺘﺤﻞ ﻣﻦ ﻓﺮﺟﻬﺎ، ﻓﺈﻥ اﺷﺘﺠﺮﻭا ﻓﺎﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻭﻟﻲ ﻣﻦ ﻻ ﻭﻟﻲ ﻟﻪ».

ﻭﻻ ﻳﺼﺢ ﺣﻤﻞ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻷﻭﻝ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﻲ اﻟﻜﻤﺎﻝ؛ ﻷﻥ ﻛﻼﻡ اﻟﺸﺎﺭﻉ ﻣﺤﻤﻮﻝ ﻋﻠﻰ اﻟﺤﻘﺎﺋﻖ اﻟﺸﺮﻋﻴﺔ، ﺃﻱ ﻻ ﻧﻜﺎﺡ ﺷﺮﻋﻲ ﺃﻭ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻓﻲ اﻟﺸﺮﻉ ﺇﻻ ﺑﻮﻟﻲ ﻭﻻ ﻳﻔﻬﻢ ﻣﻦ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﺻﺤﺔ اﻟﺰﻭاﺝ ﺑﺈﺫﻥ اﻟﻮﻟﻲ؛ ﻷﻧﻪ ﺧﺮﺝ ﻣﺨﺮﺝ اﻟﻐﺎﻟﺐ، ﻓﻼ ﻣﻔﻬﻮﻡ ﻟﻪ؛ ﻷﻥ اﻟﻐﺎﻟﺐ ﺃﻥ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﺇﻧﻤﺎ ﺗﺰﻭﺝ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﺑﻐﻴﺮ ﺇﺫﻥ ﻭﻟﻴﻬﺎ.

ﻭﻳﺆﻛﺪﻩ ﺣﺪﻳﺚ ﺛﺎﻟﺚ: «ﻻ ﺗﺰﻭﺝ اﻟﻤﺮﺃﺓ اﻟﻤﺮﺃﺓ ، ﻭﻻ ﺗﺰﻭﺝ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻧﻔﺴﻬﺎ» (¬1) *ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻟﻴﺲ ﻟﻬﺎ ﻭﻻﻳﺔ ﻓﻲ اﻹﻧﻜﺎﺡ ﻟﻨﻔﺴﻬﺎ ﻭﻻ ﻟﻐﻴﺮﻫﺎ، ﻓﻼ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﻟﻬﺎ ﻓﻲ اﻝﻧﻜﺎﺡ ﺇﻳﺠﺎﺑﺎ ﻭﻻ ﻗﺒﻮﻻ، ﻓﻼ ﺗﺰﻭﺝ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﺑﺈﺫﻥ اﻟﻮﻟﻲ ﻭﻻ ﻏﻴﺮﻫﺎ، ﻭﻻ ﺗﺰﻭﺝ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﺑﻮﻻﻳﺔ ﻭﻻ ﺑﻮﻛﺎﻟﺔ، ﻭﻻ ﺗﻘﺒﻞ اﻟﻨﻜﺎﺡ ﺑﻮﻻﻳﺔ ﻭﻻ ﻭﻛﺎﻟﺔ*. ﻭاﻟﺨﻼﺻﺔ: ﺃﻥ اﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ: ﻻ ﻳﻨﻌﻘﺪ اﻟﻨﻜﺎﺡ ﺑﻌﺒﺎﺭﺓ اﻟﻨﺴﺎء ﺃﺻﻼ، ﻓﻠﻮ ﺯﻭﺟﺖ اﻣﺮﺃﺓ ﻧﻔﺴﻬﺎ، ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻫﺎ، ﺃﻭ ﻭﻛﻠﺖ ﻏﻴﺮ ﻭﻟﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﺗﺰﻭﻳﺠﻬﺎ ﻭﻟﻮ ﺑﺈﺫﻥ ﻭﻟﻴﻬﺎ، ﻟﻢ ﻳﺼﺢ ﻧﻜﺎﺡﻫﺎ ﻟﻌﺪﻡ ﻭﺟﻮﺩ ﺷﺮﻃﻪ ﻭﻫﻮ اﻟﻮﻟﻲ.

Selasa, 18 Februari 2020

Contoh Pidato Santri Zaman Now di lengkapi dengan dalil - dalil pilihan

GORESAN TINTA SANG PENULIS

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ فِي السَّمَاءِ إِسْمُهُ أَحْمَدُ وَعَلَى مَنْ فِي الْأَرْضِ إِسْمُهُ مُحَمَّدٌ
 وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Tiada kata yang patut kami persembahkan kecuali rasa tasyakkur kepada Allah yang maha esa, berjuta untaian shalawat selalu terlimpahkan pada sosok manusia yang paling ideal sepanjang sejarah peradaban manusia, kehadirannya bisa menjadi pelepas dahaga, sentuhan syariatnya janjikan bahagia tak lain dan tak bukan yaitu Nabi Muhammad Saw, dengan wujudnya buku ini maka berakhirlah beban kedua pundak kami dengan lepasnya amanah yang kami pikul dengan memakan waktu yang cukup lama.

Buku ini berawal dari permintaan sebagian teman-teman santri sehingga kami terdorong untuk mengabulkannya, buku ini kami beri judul Contoh Pidato Santri Zaman Now yang insya Allah sudah sesuai dengan apa yang dirasakan santri-santri zaman sekarang ini.

Maka dari itu, besar harapan kami, tanpa mengurangi rasa hormat kami sedikit pun pada buku yang mendahului kami yang sudah merintis (is blazed the way) oleh penerbit-penerbit buku yang terdahulu, kami berharap semoga kedatangan buku ini dapat ikut andil dalam rangka memperkokoh dan meneruskan perjuangan beliau Nabi Muhammad Saw pada zaman sekarang ini.






Terakhir dari kami sebagai manusia yang tak lepas dari salah dan dosa, harapan kami pada pembaca bila ada kebenaran dalam buku ini, semuanya murni dari Allah semata, dan jika terdapat kesalahan itu berarti dari kedangkalan pengetahuan kami, oleh karena itu kami tidak menutup mata atas kekurangan buku ini, demi menyempurnakan buku selanjutnya, kritik dan saran dari pembaca senantiasa kami harapkan guna perbaikan-perbaikan buku yang selanjutnya, kami berprinsip kritik dan saran dari pembaca bagi kami adalah suatu vitamin yang sangat kami butuhkan lebih-lebih bagi seorang bayi seperti kami.

إِذَا تَمَّ اَلْأَمْرُ بَدَا نَقْصُهُ
“Apabila suatu perkara sudah sempurna maka jelaslah kekurangannya”

إِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ










Penulis
Al-Faqir ila Rohmatillah



Muhammad Ma’sum

MUQODDIMAH

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadrotal Mukarromin para alim ulama’ wabil khusus kepada Pengasuh Pondok Pesantren Tsamrotul Afkar KH. Muhammad Hanafi yang sangat kami tho’ati dan yang sangat kami harapkan barokahnya, Kepada Kepala sekolah SMP Sunan Kalijaga yang sangat kami hormati, kepada Dewan guru yang sangat kami hormati dan tak lupa pula kepada teman  teman senasib seperjuangan yang sangat kami banggakan.
Pertama  tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kepada Allah Swt yang mana dengan rahmatnya kita bisa berkumpul bertatap muka di majlis yang penuh barokah ini dengan keadaan sehat wal afiat.
Amin amin ya robbal alamin.
Kedua kalinya Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan keharibaan nabi kita Muhammad Saw yang mana beliau telah menuntun kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang yaitu agama islam.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ











PEMBAWA ACARA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin – hadirat yang berbahagia !
Detik – detik jam dinding telah berlalu beredar menentukan waktu, rupanya jarum jam sudah menunjukkan pukul ............ waktu Indonesia setempat. Maka sesuai dengan fungsi dari pada tugas kami, dalam rangka ................
Maka langsung saja kami bacakan susunan acara yang akan berlangsung pada saat ini sebagai berikut :
Acara pertama adalah Pembukaan
Acara kedua Pembacaan ayat suci Al-quran
Acara ketiga Sholawat
Acara ke empat Sekapur sirih dari panitia
Sambutan  sambutan merupakan acara yang kelima
Dan Acara yang keenam yaitu Cerama Agama dalam Rangka ...................... yang Insya Allah nanti akan di sampaikan oleh ......................
dari ....................
Dan acara ini tidak akan sempurna kecuali dengan adanya Penutup atau Doa.

Hadirin yang berbahagia !
Marilah acara pertama kita buka dengan bacaan Surat Al-fatihah dengan tujuan agar supaya acara ini berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun dan agar mendapat ridho Allah Swt.
Al-Fatihah..............

Hadirin yang berbahagia !
Melanjutkan acara yang ke ...............yaitu .......... yang mana dalam hal ini kan di sampaikan oleh ...........
Kepada beliau waktu dan tempat kami persilahkan.

Hadirin yang berbahagia !
Demikian Ayat  ayat suci Al-Quran yang telah dibacakan oleh .......
Kepada beliau kami haturkan terima kasih.

Hadirin yang berbahagia !
Alhamdulillah semua acara telah berlangsung dengan tertib dan lancar semoga kita sekalian bisa mengambil hikmahnya dan bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah serta ridho dari Allah Swt. Amin amin ya robbal alamin.
Dan kami sebagai Pembawa Acara kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar besarnya. Kami akhiri dengan ucapan :

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ





















PRAKATA PANITIA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia !
Kami berdiri dihadapan hadirin sekalian ini, kami mewakili seluruh jajaran panitia pelaksana ................
Pertama kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak-bapak tamu undangan, Bapak Kyai, wali santri, alumni serta bapak-bapak pejabat pemerintah dan hadirin  hadirat atas kehadirannya kami ucapkan :
مَرْحَبًا أَهْلًا وَسَهْلًا بِحُضُوْرِكُمْ
Yang kedua, kami ucapkan terima kasih kepada Al-Mukarram Kyai / Al-Mukarramah Bunyai ............. yang telah sanggup memenuhi permohonan kami untuk menyampaikan cerama agama dalam Rangka ................... pada saat ini.
Dan juga kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi membantu kami baik berupa moril maupun materil, tenaga maupun pikiran demi suksesnya acara yang kami selenggarakan pada saat ini sampai demikianlah wujudnya, demikianlah kenyataannya dan demikianlah gempar dan meriahnya.
Kami tidak bisa membalas suatu apapun atas bantuan hadirin sekalian melainkan kami hanya bisa mendoakan :
جَزَاكُمُ اللهُ أَحْسَنَ الْجَزَا كَثِيْرًا
Semoga Allah Swt yang membalas jasa- jasa dan amal –amal hadirin sekalian dengan kebaikan balasan yang berlimpah-limpah. Amin ya robbal alamin.
Untuk yang terakhir kami mohon maaf atas segala kekurangan dari segi apapun saja, baik yang berupa tempat, tempat duduk hidangan  hidangan maupun pelayanan dan lain sebagainya. Memang sejak beberapa hari yang lalu panitia sudah berusaha semaksimal mungkin agar acara pada saat ini besa terlaksana dengan sebaik mungkin. Ingin hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. Oleh karena itu sekali lagi, segala kekurangan apapun dari panitia kami mohon maaf yang sebesar  besarnya.

Hadirin yang berbahagia !
Kiranya hanya inilah yang dapat kami sampaikan atas nama sambutan panitia, kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar – besarnya. 

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


























SAMBUTAN ATAS NAMA
WAKIL SISWA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia !
Lewat beredarnya beberapa masa, jarum jam berputar tanpa terasa, tahun berganti tahun, bulan berganti bulan, hari pun silih berganti, rupanya pada saat ini, hari ini dan tahun ini. Kami yakin toh ditengah – tengah perjalanan kami didalam mengarungi samudra ilmu pengetahuan ini, sangat penuh dengan badai dan gelombang yang menghalang, penuh dengan kabut dan topan yang merintang, namun dengan adanya tameng baja yang berupa ketabahan dan kesabaran serta rasa tawakkal kepada Allah Swt dan berkat adanya doa restu dari kyai dan para guru, Alhamdulillah semua rintangan tersebut lumpuh.
Oleh karena itu lah pada saat ini kami atas nama wakil siswa merasa berkewajiban untuk menundukkan kepala seraya menghaturkan ribuan terima kasih kepada Mbah Kyai dan guru  guru kami. Kerena dengan adanya rentetan ilmu pengetahuandan ribuan butir  butir mutiara hikmah yang telah kami sunting lewat getaran lesan yang suci beliau  beliau, kami bisa membedakan mana perkara yang haq dan mana perkara yang batil, dan mana perkara yang haram, mana perkara yang halal, dan sampai saat ini pun kami tidak bisa membalas dengan suatu apapun atas jasa  jasa beliau, melainkan hanya dapat mendoakan :
جَزَاكُمُ اللهُ أَحْسَنَ الْجَزَا كَثِيْرًا
Semoga Allah SWT yang membalas amal –amal atau jasa – jasa Mbah Kyai dan guru – guru dengan balasan yang berlimpah – limpah. Amin ya robbal alamin.

Hadirin yang berbahagia !
Untuk selanjutnya kami mohon do’a restu kepada kyai dan guru-guru semoga ilmu  ilmu yang telah kami peroleh dari pondok ini bisa bermanfaat bagi kami, keluarga kami, serta masyarakat kami, sehingga kami benar  benar bisa menjadi generasi muslim yang konsekwen yang memiliki ilmu yang amaliyah dan amal yang ilmiyah, yang berani mengatakan sekali halal tetap halal, sekali haram tetap haram, meskipun berbondong  bondong anjing menggonggong sekali haram tetap haram.

Hadirin yang berbahagia !
Untuk yang terakhir, kami sadar bahwa selama kami menjadi santri di Pondok Pesantren Tsamrotul Afkar, kami sering melakukan perbuatan  berbuatan yang menimbulkan kerisauan, kerepotan dan kegelisahan Kyai dan para guru. Hal ini semua bukan karena kyai dan dewan guru yang kurang bertanggung jawab atau kurang seringnya mengarahkan kami, tapi kami sendirilah yang kurang waspada atau kurang menyadari dan kurang mengerti akan hak  hak menjadi santri. Oleh karena itu, pada saat ini kami mohon untuk di alirkan samudra kemaafan :
ظَاهِرًا وَبَاطِنًا وَرِضًا بِغَيْرِ سُخْطٍ

Hadirin yang berbahagia !
Kiranya sekianlah sambutan dari kami atas nama wakil santri / siswa kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ













SAMBUTAN ATAS NAMA
PENGASUH PONDOK PESANTREN

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ فَضَّلَ بَنِى أَدَمَ بِالْعِلْمِ وَالْعَمَلِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَلَى كُلِّ حَالٍ
وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْكَمَلِ, أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia !
Kami atas nama Pengasuh Pondok Pesantren Tsamrotul Afkar perlu menyampaikan utamanya kepada wali santri dan seluruh simpatisan Pondok Pesantren Tsamrotul Afkar ini. Bahwa kedudukan Kyai terhadap santri atau kedudukan guru terhadap murid itu dapatlah kami ibaratkan sama seperti kedudukan pelayan terhadap majikan atau seperti buruh terhadap juragan. Kami yang melayani dan putra  putri bapak ibu yang menjadi majikan, maka dalam hal ini sering terjadi ketidakcocokan, misalnya juragan minta dilayani minum kopi atau munim susu, ternyata pelayan cuma bisa membuatkan teh atau air tawar. Murid murid atau santri  santri minta minum susu, kami Cuma bisa menyediakan air sumur atau air sanyo dan lain sebagainya. Jadi Cuma begitulah kemampuan kami dalam melayani putra  putri bapak ibu sekalian. Oleh karena itu, kami mohon maaf kepada bapak ibu sekalian, utamanya kepada wali murid atau wali santri, barang kali di dalam melayani atau medidik dan membina putra-putri bapak ibu yang telah dititipkan kapada kami dimadrasah dan pondok pesantren ini ada hal-hal yang kurang mencocoki atau kurang sesuai dengan selera bapak ibu sekalian ,kami dan segenap dewan guru yang mengajar di sini mohon maaf kepada ibu sekalian yang sebesar sebesarnya. 

Bapak ibu sekalian yang berbahagia!
Yang terakhir kami mohon doa restu kepada bapak ibu sekalian, mudah-mudahan semua dewan guru yang mengasuh di sekolah dan pondok pesantren ini, selalu diberi  kesabaran dan ketabahan sehingga bisa mendidik putra-putri bapak ibu sekalian yang sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan dan harapan bapak ibu sekalian, agar kelak bisa menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa, taat kepada Allah dan Rosulnya, serta berbakti pada kedua orang tuanya. Amin....

Bapak  ibu hadirin sekalian yang berbahagia!
Kami juga kepada anak-anakku yang akan meninggalkan madrasah, sekolah dan pondok pesantren ini dan akan berpisah dengan bapak ibu guru dan adik-adik kelasnya.
Wahai anak-anakku yang ku sayang!
Kiranya tiada guna kepandaian kalau tiada manfaat dan barokah. Dan tiada guna perjuangan dan pengorbanan kalau tiada keberhasilan. oleh karena itu, wahai anak-anakku!
Siapkanlah kuda-kudamu dengan mengikatkan kendalinya yang kokoh, agar dapat kau gunakan untuk melaju ke tempat mana yang engkau tuju. Perbanyaklah bekalmu karena perjalanan yang engkau tempuh itu jauh dan ingatlah orang yang menyelam ke dalam lautan itu akan lebih mudah melihat dan mengambil mutiara-mutiara yang ada pada dasar lautan dari pada mereka yang melihat indah dan luasnya samudera dari datarannya saja. Anak-anakku ! kiranya hanya inilah yang dapat kusampaikan kepadamu, akhirnya meskipun kelak jauh di mata, tapi dekatlah di hati. Semoga rahmat dari ridha Allah selalu menyertaimu. Amin..
Sekian kurangnya lebihnya mohon maaf.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ












SAMBUTAN ATAS NAMA
CALON KEPALA DESA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia! 
Malam ini, kita telah bersepakat untuk memiliki calon pemimpin dilingkungan kita, sebagaimana tuntutan agama, hendaknya kita memilih pemimpin dengan empat kriteria, yaitu Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah.
Siddiq berarti calon pemimpin mesti jujur dan mengajak hadirin Kepada jalan kebenaran. Hendaknya kita memilih calon pemimpin yang selalu mengajak kita agar menaati aturan dan tidak mengajak kita untuk melanggarnya.
Amanah berarti bahwa pemimpin mesti dapat dii percaya. Hendaknya kita tidak terbius oleh janji dan atau sumpah serapah. Kita mesti memantapkan pilihan sembari menganalisis kelebihan dan kekurangan calon pemimpin yang akan kita pilih. Kesalahan hari ini akan menjadi penyesalan kita nanti.
Tabligh berarti bahwa pemimpin yang selalu berani menyampaikan kebenaran kepada rakyat. Pemimpin yang tidak bertujuan mencari popularitas dan atau tendensius demi gengsi dan atau ambisi. Pemimpin itu mesti berani berkata bahwa  benar adalah benar dan salah adalah salah.
                Dan persaratan ke empat adalah Fathonah berarti bahwa pemimpin mesti pintar mengatur masyarakat. Cara mengatur terbaik adalah memberikan keteladanan. Oleh karena itu, hendaknya kita memilih pemimpin yang benar benar dapat menjadi contoh dan atau figur. Tentunya keteladanan itu dapat disebabkan ke pandaiannya, kedermawanannya , kesantunannya dan atau ke sholehannya.

Hadirin yang berbahagia !
            Kita mesti belajar kepada masa lampau. Kesalahan memilih pemimpin ternyata sungguh memberi dampak negatif pada masa yang akan datang . oleh karena itu, hendaknya kita belajar dan menjadikan semua peristiwa itu sebagai pembelajaran. Janganlah kita mengulang kesalahan yang sama karena itu akan datang. Barang siapa membiarkan seseorang melakukan perbuatan dosa, sesungguhnya ia telah ikut berbuat dosa. Atas dasar itulah, saya tidak berambisi untuk dipilih dan terpilih menjadi pemimpin. Begitu beratnya beban menjadi pemimpin. Sungguh itu menjadi pertanggung jawaban yang luar biasa, baik kepada masyarakat saat ini maupun pada akhir nanti. Kiranya saya merasa belum waktunya menjadi pemimpin karena saya belum berani menanggung semua dampaknya. Maka, Saya persilakan hadirin untuk memilih figus calon pemimpin yang layak menjadi pemimpin. Mantapkan hati dan tetapkan pilihan. Pemimpin terbaik adalah nurani anda.
Sebagai penutup sambutan. Saya berterima kasih jika tidak terpilih. dan akan berucap innalillah jika saya terpilih. Tentunya saya justru berharap agar saudara tidak memilih saya.
                 Terima kasih untuk semua perhatian yang diberikan dan mohon maaf jika saya melakukan kesalahan.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

















TEMA TAHUN BARU HIJRIYAH
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
Hadirin yang berbahagia !
Sebentar lagi tanggal 1 Muharrom akan tiba. Kita sambut kehadirannya sebangai Tahun Baru Hijriyah, kita sepatutnya bersyukur kepada Allah Swt. Karena kita masih di beri umur dan kesehatan sehingga kita dapat memasuki Tahun Baru  Hijriyah ini dengan sehat dan sejahtera.
Bulan Muharrom yang merupakan permulaan Tahun Hijriyah ini adalah bulan yang mulia dan terpuji, Rasulallah sendiri menyebutkan bahwa Bulan Muharrom adalah Bulan Allah, oleh sebab itu di dalam menyambut Tahun Baru Hijriyah ini marilah kita tingkatkan amal kebaikan kita sesuai dengan arti yang terkandung dalam tahun hijriyah, yaitu nama tahun dimana Kholifah Umar bin Khattab dalam menetapkannya agar seluruh umat islam senantiasa mengingat peristiwa rasul untuk menegakkan agama islam.
Allah Swt berfirman dalam surat Fatir ayat 37 yaitu :
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ نَصِيْرٍ
Artinya :
“Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir dan apakah tidak datang kepada kamu pemberian peringatan ?”
Ayat di atas  memberi pelajaran kepada kita, bahwa setiap orang yang diberi umur panjang hendaknya mau berfikir apa yang telah diperbuatnya dimasa lalu, atau dengan kata lain merenungkan perbuatan yang telah diperbuat, lalu dari renungan itu orang akan membenahi diri tentang perbuatan yang salah harus diubah agar menjadi benar dan yang kurang hendaknya di tambah supaya menjadi sempurna,demikian seterusnya sehingga amalan kita menjadi semakin sempurna.
Akhirnya marilah kita senantiasa berdoa agar pada saat memasuki Tahun Baru Hijriyah nanti kita selalu diberi petunjuk menuju jalan yang orang orang yang dimurkainya. Amin ya robbal alamin .
Demikian pidato dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
TEMA MENYAMBUT HARI ASYURO

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia !
Dalam Bulan Muharram, ada hari yang di anggap mulia, yaitu hari yang jatuh pada tanggal 10 dan sering di sebut hari asyura, Rosulullah Saw bersabda mengenai ketentuan tanggal itu yaitu :
عَاشُوْرَاءُ يَوْمُ الْعَاشِرُ
Artinya :
“Asyura adalah hari tanggal sepuluh “ Hadist ini shohih,di riwayatkan oleh Imam Ad-Daruquthni dari sahabat Abu Huraira Ra”

Pada hari itu, kaum muslimin disunnahkan untuk berpuasa sehari, sebagai mana ada sebuah hadist yakni  :
أَنَّهُ صلى الله عليه وسلم سُئِلَ عَنْهُ فَقَالَ يُكْفَرُ السَّنَةُ الْمَاضِيَّة
Rosulullah pernah di tanyai tentang masalah “Puasa Asyuro melebur dosa satu tahun yang lalu

Hadirin yang berbahagia!
              Para ulama mengatakan bahwa hari asyura memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan hari hari yang lain yaitu:
Diciptakannya Nabi Adam As di surga
Diterimanya taubat Nabi Adam As di dalam surga
Naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh As dengan bukti Juudy
Terbelahnya laut untuk Nabi Musa As
Tenggelamannya Firaun didasar laut
Di keluarkannya Nabi Yunus As dari perut ikan.
Dikeluarkannya Nabi Yusuf As dari sumur
Diterimanya taubat umat Nabi Yunus As
Lahirnya Nabi Ibrahim As
Selamatnya Nabi Ibrahim As dari Api
Di lahirkanya Nabi Isa As
Di angkatnya Nabi Isa As ke langit
Di kembalikannya penglihatan Nabi Yaqub
Di buka (hilangnya) Madlorot Yang mendera Nabi Ayyub As
Di ampuninya Nabi Dawud As

Jadi semua peristiwa itu dapat terjadi karena izin Alloh. Karena itu mari lah kita ikut bersyukur  kenikmatan yang Allah berikan kepada nabi dengan cara mengerjakan puasa selama sehari yaitu pada hari Asyuro.

Hadirin yang berbahagia!
Mungkin ini yang bisa kami sampaikan kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar – besarnya.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ














PESANTREN DI ABAD MODERN

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لله, اَلَّذِيْ خَصَّ بِالْفَلَاحِ مَنْ أَمَرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَى عَنِ الْمُنْكَرِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَشْرَفِ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ
وَعَلَى أَلِهِ وِأِصْحَابِهِ الْأَبْرَارِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia !
Hidup di abad medern sekarang ini kebutuhan manusia tidak cukup berbekal makanan dan minuman serta kekuatan tenaga seperti halnya hidup di tengah  tengah hutan belantara, namun lebih dari itu dengan berbekal agama dan ilmu pengetahuan serta di hiasi dengan akhlaqul karimah itulah yang diutamakan dalam memenuhi kebutuhan hidup di abad modern sekarang ini, dengan demikian maka jelaslah bahwa ilmu pengetahuan agama dan pembianaan mental akhlaqul karimah, itulah yang harus mendapatkan prioritas utama bagi masa pembangunan sekarang ini.
Sekarang untuk menunjang hal itu sebagai sarana dan prasarananya adalah dengan meningkatkan pendidikan agama yang bermutu serta pendidikan akhlaqul karimah baik secara kurikuler terhadap murid-murid disekolah atau terhadap santri-santri seperti halnya di Pondok Pesantren Tsamrotul Afkar ini, hal ini sesuai dengan firman Allah: 
فَلَوْ لَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذاَ رَجَعُوْا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ
Artinya :
“Hendaklah berangkat seekelompok dari tiap-tiap golongan untuk memahami ilmu agama dan memberi peringatan kepada kaumnya, bila mereka kembali kepadanya agar supaya mereka itu takut (Waspada). (QS .At-Taubah:122).

Hadirin yang berbahagia !
Jadi jelaslah tentunya sebagai manusiasebagai santri, sebangai khalifah Allah di muka bumi, tentunya kita ini lah yang banyak mengemban amanat Alloh. Oleh karena itu, Hendaknya kita betul  betul mampu memahami  ilmu agama semaksimal mungkin, lebih-lebih di saat kita sedang belajar dipondok pesantren seperti sekarang ini, karena di pondok pesantrenlah tempat atau sumber-sumber ilmu agama yang paling cukup mamadai bagi kita. Dengan demikian, Nyatalah bahwa pondok pesantren adalah bagian unsur pembangunan di abad modern sekarang ini. Karena program pemerintah di dalam membangun manusia seutuhnya ini harus di lengkapi pembangunan lahir dan batin, Yakni pembangunan jasmani dan rohani,Kita bisa membuktikan sendiri sekarang ini pembangunan sudah merajalela. Gedung-gedung sudah didirikan, Pabrik-pabrik sudah banyak, begitu pula jalan-jalannya sudah halus, namun itu belum mencukupi kebutuhan tanpa diadakan pendidikan agama serta pembangunan mental spiritual, akhlqul karimah dan kalau toh pembangunan lahir saja sudah di anggap cukup, tentunya hal ini dapat kami ibaratkan laksana rumah sakit.
                                                                                                                     
Hadirin yang berbahagia!
Untuk itu marilah kita berusaha semaksimal mungkin, menekuni ilmu agama, yang sedalam-dalamnya, demi terwujudnya cita-cita kita bersama. Baik hidup di dunia maupun hidup di akhiratnya. Karena Allah Subhanahu wa ta’ala... berfirman dalam kitab-Nya :
إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوْا مَا بِأْنُفُسِهِمْ
Artinya:
“sesunguhnya Allah Swt. Tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri meteka sendiri”. (QS. Ar-Ra’du : 11)
Dan yang terahir mari bersholawat nabi bersama-sama:
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Hidup manusia di dunia sama,
Tidak berbeda miskin dan kaya,
Yang membedakan iman taqwanya,
Kepada Allah Yang maha Esa.
Jangan sombongkan  pangkat jabatan,
Jangan banggakan harta kekayaan,
Tiada berarti di sisi tuhan,
Jikalau lemah taqwa dan iman.
Jika banggakan diri dan nasab,
Tapi tinggalkan budi dan adab,
Percaya orang jadi tak mantab,
Persahabatan jadi tak akrab.
Tapi karena ilmu dan budi,
Dimana-mana kau disegani,
Dimana-mana kau di hormati,
Kemana mana kau diikuti.
Wahai sahabat jaga dirimu,
Dimana saja amalkan ilmu,
Budi dan abad menghiasimu,
Semua orang menyukaimu.
Cukup sekian pidato kami,
Kami akhiri sampai disini,
Kurang lebihnya harap maklumi,
Kesalahannya mohon ampuni.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




















PEMBINAAN GENERASI MUDA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لله, اَلَّذِيْ هَدَانَا إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَشْرَفِ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ
وَعَلَى أَلِهِ وِأِصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ بِدِيْنِهِ الْقَوِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadlrotal Mukarromiin para ulamaaul aamiliin, para Bapak Kiyai serta ibu nyai, hadirin sekalian yang kami hormati ! Untuk yang pertama kalinya puji syukur sangat mendalam, kami panjatkan kehadiran tuhan semesta alam, yang telah mengajarkan manusia dengan qalam, dan memberi ilmu sehingga kita paham, sehingga kita paham, Tentang perkara halal dan haram.
Dan kedua semoga rahmat serta salam selalu ditetapkan kepada nabi pejuangan islam, yang membawa kita dari masa yang silam, masa yang hitam kelam, yang penuh dengan sifat bengis dan kejam, dan yang penuh dengan murka dan dendam, menuju masa yang damai dan tentram, bagaikan bulan purnama di tengah malam, penuh cahaya tak kunjung suram.

Hadirin yang kami hormati!
Sungguh bahagia pada saat ini, Karena kami telah ditakdirkan untuk bertemu kembali, Dengan rekan-rekan putra dan putri, Dari kalangan muda dan mudi, Yang giat gigih berani, Menegagakkan perintah Ilahi, Dengan rajin belajar dan mengaji, Kepada bapak guru dan dan bapak Kiyai, Semoga Allah yang maha suci, Berkenan memberi ilmu yang manfaati, Untuk bekal di hari nanti, Tercapai cita-cita yang tinggi, Bahagia dan selamat di dunia dan sesudah mati.
Amin ya robbal alamin

Hadirin yang berbahagia!
Terutama bagi rekan-rekanku generasi muda-mudi Islam yang baru bergabung di dalam IPNU (Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama) dan juga IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama), marilah kita  tingkatkan mutu semangat belajar dan berjuang kita dengan sungguh-sungguh dan sabar, artinya jangan sampai layu sebelum berkembang dan jangan sampai putus sebelum berhasil, karena kita ini lah sebagai kader / sebagai generasi penerus tokoh  tokoh kita alim ulama yang benar  benar menjadi harapan agama, bangsa dan negara.
Jadi, kita terjun dalam organisasi IPNU  IPPNU ini harus selalu tabah dan kuat menerima gemblengan / pembakaran yang beraneka ragam bentuknya. Karena kita didalam jamiyah IPNU  IPPNU ini ibarat Pacul yang sedang di gembleng dan di bakar tukang pande, kalau pacul di bakar di tempat tukang pande kok tidak tahan di panas kan / di bakar, tentu nanti kalu jadi pacul ya ...... kethul !
Dan tidak bisa kuat di pakai macul.

Rekan  rekanku yang berbahagia !
Maka begitulah halnya dengan kita semua ini. Sekarang sedang digembleng, dibakar, di beri pendidikan di dalam jamiyah ini agar kita punya mental yang tabah, yang sabar dan tahan uji supaya kita nanti bisa menjadi pacul yang siap terus dipakai tak pandang dimanapun tempatnya. Maksud kami PACUL itu singkatan Para Calon Ulama. Jadi nanti kalau alim ulama atau bapak Kiyai sudah dipanggil allah swt. Kita pacul pacul ini kok tidak bisa mengganti berarti sinar cahaya islam dimasa- masa mendatang akan suram karena paculnya atau para calon ulama’nya tidak tabah digembleng di dalam jamiyah.

Rekan-rekan ku sekalian !
Ingatlah akan sebuah hadist nabi yang di riwayatkan oleh Abdul Bar yang berbunyi :
إِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ مِنْ الْعِبَادِ إِنْتِزَاعًا وَلَكِنْ يَقْبِضُهُ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمٌ إِتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُسًا جُهَالًا فَسُئِلُوْا عَنْ مَسْئَلَةٍ فَافْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَهُمْ ضَلُّوْا وَأَضَّلُوْا (رواه ابن عبد البر)
Artinya :
Sesungguhnya Allah Swt tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambanya dengan cara mencabut ilmu itu sendiri, tidak ! akan tetapi dengan lantaran mencabut ulama’, sehingga apabila sudah tidak ada orang alim yang bertempat tinggal di suatu masyarakat, tentu masyarakat tersebut akan mendirikan pemimpin yang bodoh-bodoh, kemudian kalau pemimpin yang bodoh tersebut ditanya tentang masalah hukum, mereka memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu dan mereka itu orang-orang yang sesat dan menyesatkan. (HR. Ibnu Abdul Bar)

Hadirin yang berbahagia!
Dengan keterangan hadist tersebut kita sudah jelas kalau di satu masyarakat sudah tidak ada ulama yang berdiri  tentu masyarakat itu akan rusak, Karena sudah tidak ada orang yang mengajar ilmu agama dan sudah tidak dapat membedakan antara halal dan haram. Jadi kalau masyarakat kok tetap mendirikan pemimpin dari orang-orang yang tidak tahu halal dan haram tentu pemimpin tersebut kalau ditanya tentang hukum ia akan menjawab dan memberi fatwa hanya sekedar menurut otaknya sendiri tidak disesuaikan dengan ajaran ilmu agama, jadi jelasnya kalau bukan ulama diulamakan, kalau bukan Kiyai dikiyaikan kalau bukan santri disantrikan bahkan kalau orang yang buta menuntun orang yang buta niscaya semua akan terjerumus ke jurang kesesatan karena mereka itu orang-orang yang sesat dan yang lebih berbahaya lagi kalau mereka itu menyesatkan yang dipimpin.

Untuk yang terahir kalinya,
Kami berpesan kepada rekan-rekanku generasi muda, Wahai rekan-rekanku tercinta, Di zaman sekarang kemerosotan moral remaja, Sudah semakin merajalela,
Sudah terbukti dimana-mana, Baik di kota maupun di desa,
Banyak  anak yang berani kepada orang tua, Tak mentaati perintahnya, Tak menghargai jerih payahnya, Ia selalu minta dituruti kehendaknya, Sementara kedua orang tuanya, Tidak mampu menurutinya, Malah membiarkan anaknya berfoya-foya. Karena kurangnya didikan agama, Ia lupa kewajibanya, tidak mau sholat dan puasa, berbuat maksiat jadi biasa, akhirnya mendapat adzab dari yang maha kuasa, menjalani ujian hidup ia tak bisa, akhirnya minum racun terus binasa, perutnya melembung mulut berbusa, maka teman-teman janganlah putus asa, orang putus asa itu berdosa.
Iya to bu.!?

Dan marilah membaca sholawat bersama Bergantian dengan saya.


يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ


Para ulama’ pewaris ambiya’
Sangatlah mulya dalam bertindak
Pada yang baik ia mengajak
Pada yang jelek ia menolak
Jika mereka sudahlah mati
Para santri yang harus mengganti
Ilmu agama harus kau mengerti
Akhlaq yang mulya dan budi pekerti
Wahailah santri tahanlah uji
Di pondok pesantren harus mengaji
Masyarakatmu sungguh menanti
Penuhi ilmu didalam hati
Jika di pondok Cuma nonton tv
Sungguh amatlah rugi sekali
Habis waktumu tiada berarti
Tak dapat ilmu menyesal nanti
Jika di pondok jangan sebentar
Penuhi waktu untuk belajar,
Masyarakat haus dan lapar
Mengharapkanmu  untuk mengajar
Kiranya cukup sekian dulu
Di lain waktu bisa bertemu
Atas semua kesalahanku
Yang kuharapkan maaf darimu

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ








MENUNTUT ILMU

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لله, اَلَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ
وَعَلَى أَلِهِ وِأِصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Allah Swt menciptakan alam seisinya adalah untuk manusia. Kerena Allah Swt telah menjadikan manusia sebagai khilafah nya di dunia. Seperti yang dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى الْأَرْضِ خَلِيْفَةً
Artinya :
Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat “ sesungguhnya aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi “ (QS. Al-Baqarah : 30)

Hadirin yang berbahagia!
Mengingat keterangan ayat tersebut bahwa yang di jadikan khalifah oleh Allah di dunia ini adalah manusia, padahal kita-kita ini adalah manusia, iya bukan ? nah kalau begitu kita  kita inilah yang mempunyai tanggung jawab serta tugas yang tidak ringan, kita berkewajiban mengatur alam seisinya untuk kepentingan kita sendiri. Hal ini merupakan beban atau amanat yang berat yang harus kita pikul dan kelak kita akan di mintai pertanggung jawabannya oleh Allah Swt. Akan tetapi kerena amanat ini pulalah yang memberikan bahwa manusia adalah sebagai makhluk Allah yang dimulyakan sebagaimana Allah berfirman dalam surat Bani Israil ayat 70.
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِى أَدَمَ وَحَمَلْنَهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَهُمْ مِنَ الطَّيِّبَتِ وَفَضَّلْنَهُمْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا. 
“ Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka didaratan dan lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan  (QS. Bani Israil : 70)


Hadirin yang berbahagia!
Jadi sudah jelas bahwa Allah Awt telah memberi kemuliaan pada manusia melebihi makhluk yang lain, karena hanya manusia yang sanggup memikul amanah dari Allah Swt. Dimuka bumi ini. Oleh karena itu, kami mengajak pada rekan-rekanku putra putri, pemuda dan pemudi, teruslah belajar jangan berhenti, beramal ikhlas sepenuh hati, untuk bekal hidup dihari nanti, koreksilah dirimu dengan teliti, di hari-hari yang telah kau lewati, mari jalankan perintah Ilahi, semua larangannya kita hindari, segala nikmatnya syukuri, dosa-dosa yang lalu kita sesali, kita generasi penerus kyai, juga pewaris nabi, tingkatkan cita-cita yang tinggi, agar hidup ini penuh berarti, berguna bagi agama bangsa negri, selamat didunia dan sesudah mati.

Hadirin yang berbahagia!
Allah Swt member amanat kekhalifahan kepada kita semua tentu disertai bekal, sebab kalau tanpa bekal semua amanat itu tidak akan dapat ditunaikan. Kita menyadari tentunya bukan bekal materi atau harta benda yang menjadi modal, bukan pula nasab atau keturunan yang menjadi pegangan. Akan tetapi, dengan modal ilmu pengetahuanlah yang menjadi persyaratan utama, oleh karena itulah rekan-rekanku kita tidak dapat lepas dari tuntutan mencari ilmu, apalagi kalau kita ingat bahwa ilmu itu hanya di berikan kepada manusia, karena manusia itu di beri anugerah kelebihan akal dan fikiran yang tidak diberikan kepada makhluk lain seperti binatang, gunung-gunung dan tumbuh-tumbuhan, dlsb.
Hal ini sesuai dengan firman Allah surat Al-Ahzab ayat 72 :
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلْهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًا.
“sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia amat zalim dan amat bodoh (QS. Al-ahzab : 72)

Hadirin yang berbahagia!
Yang terakhir mari bersholawat bergantian dengan saya :
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Zaman sekarang sudahlah jelas
Bumi bergoncang semakin panas
Banyaknya orang bergaul bebas
Bila dipandang sungguh tak pantas
Banyak pemuda juga pemudi
Bukan mahromnya ditempat sepi
Bergandeng tangan bersuka hati
Hukum agama tak ditaati
Datanglah iblis lalu menggoda
Bisikkan nafsu di dalam dada
Pada pemudi juga pemuda
Dimana saja ia berada
Hati- hatilah jika kenalan
Banyak remaja yang kenakalan
Akibat bebasnya pergaulan
Di lain hari jadi sesalan
Wahai kawanku wahai sahabat
Jangan lah ikuti jalan yang sesat
Agarlah kita bisa selamat
Baik di dunia dan di akhirat
Orang Irian ke Sukabumi
Dan orang Krian ke Bungurasih
Sedemikian sambutan kami
Cukup sekian terima kasih

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ








PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ القَائِلِ فِى كِتَابِهِ الْمُبِيْنِ
وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Berbicara tentang peringatan maulid nabi ini sudah tidak terpandang asing dikalangan masyarakat beragama islam seperti halnya didaerah kita ini, memang sudah menjadi kelaziman bagi kita, bahwa mengenang sejarah seorang pahlawan atau seorang pemimpin ini sudah menjadi keharusan bagi umat yang dipimpin, apalagi beliau Rasullullah Saw. Ini adalah satu pemimpin yang besar dan mulia. Beliau diutus oleh allah Swt. Untuk membawa petunjuk bagi umat manusia dan beliaulah nabi yang paling sukses perjuangannya dalam menyebarluaskan agama islam di dunia ini, sebagaimana Allah sendiri yang memproklamirkan dalam kitab Al- Qur’an :
هُوَ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
Artinya :
“Dialah Allah swt. Yang mengutus rasulnya untuk membawa petunjuk dan agama yang haq untuk menjelaskan segala agama yang ada meskipun orang–orang musyrik sama mengingkarinya“.

Hadirin yang berbahagia!
Dengan memahami ayat di atas maka sudah jelas bahwa Allah swt. mengutus Nabi Muhammad Saw didunia ini adalah agar nabi menunjukkan dan memberi penjelasan tentang agama dan membangun moral manusia dari moral jahiliyah menuju moral islamiyah.
Hal ini sudah di buktikan sendiri oleh mentalmental Arab bangsa jahiliyah, sebagaimana yang kita ketahui dalam kitabkitab tarikh atau kitabkitab sejarah nabi disitu sudah di jelaskan bahwa sebelum dilahirkan Nabi Muhammad Saw. Kedunia ini, keadaan dunia gelap gulita, dekadensi moral semakin hari semakin merajalela, azaz demokrasinya tidak langsung atau tidak dilakukan, yang kuat menghina yang lemah, yang besar memeras yang kecil, yang atas mengunjak yang bawah dan lain sebagainya. Apalagi nasib kaum wanita pada saat itu seakan wanita tidak ada harga nya sama sekali, bahkan mereka sama merasa malu kalau istrinya melahirkan anak wanita, sehingga wanita di saat itu sama terhina dianggap jongos, dianggap budak, atau bahkan hanya di anggap hostes bagi laki-laki mereka. Mereka hanya dibuat pelayan diwaktu malam sedang pada siang harinya sama di perbudak dan di sia-sia kan.

Hadirin yang berbahagia!
Namun meskipun keadaan demikian dengan sifat rahman rahim Allah Swt. yang maha pengasih dan pemurah di tengah tengah kepurukan dan kegelapan mental-mental jahiliyah tersebut oleh Allah swt. Diterbitkan cahaya yang terang benderang, dilahirkan lah Nabi muhammad Saw. Yang diutus oleh Allah untuk membawa kabar gembira, memberi rahmat bagi umat seluruh alam, sebagaimana Allah sendiri yang menjelaskan dalam al-Quran surat Al-Anbiya’ ayat 107 :
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ
Artinya :
“Dan tiadalah kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.(Q.S. Al-Anbiya’: 107)

Hadirin yang berbahagia!
Jadi kalau pada zaman jahiliyah banyak orang-orang yang berbuat jahat, bermain judi, mabu-mabukan, kekerasan, kebejatan moral, perkelahian, permusuhan terjadi dimana-mana itu di karenakan mereka belum mendapat hidayah dari Allah Swt. Karena nabi belum dilahirkan jadi belum ada yang memberi tahu tentang kebaikan, belum ada meluruskan perjalanan hidup mereka, tapi pada zaman sekarang masjid masjid sudah berdiri megah ulama, kyai sudah tersebar dimana-mana pengajian-pengajian diadakan dimana-mana kok masih terjadi pembunuhan, penipuan, kekerasan, ketidak adilan,  kedzaliman, koruptor merajarela dan lain sebagainya. Ini bukan karena zaman jahiliyah tapi zaman ora genah.
Banyak orang pinter tapi keplinger, Banyak orang hebat tapi penjahat, Banyak orang konglomerat tapi terjerat. Jadi bukan dikatakan zaman jahiliyah tapi kelakuan jahaliyah tetap di amalkan.
Bapak Ibu hadirin sekalian!
Oleh karena itu dengan adanya hikmah peringatan maulid nabi, mari kita laksanakan semua ajaran-ajaran yang dibawa oleh rasulullah Saw. Kita ikuti sunah-sunahnya, kita jauhi laranganya. Selama itu agar kita diakui sebagai umatnya yang besok dihari kiamat kita mendapat syafaatnya. Amin-amin ya robbal ‘alamin.....
Yang terahir mari bersholawat bergantian dengan saya:
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Bulan maulud bulan yang mulya,
Bulan lahirnya junjungan kita,
Nabi Muhammad rasul tercinta,
Pemimpin umat Islam sedunia.
Dimalam isnain itu harinya,
Robiul awal itu bulannya,
Menjelang fajar subuh waktunya,
Nabi Muhammad dilahirkannya.
Sayid Abdullah nama ayahnya,
Siti Aminah nama ibunya,
Dikota Mekkah kelahirannya,
Kota madinah tempat hijrahnya.
Wahai kawanku wahai sahabat,
Memperbanyaklah baca sholawat,
Pada baginda nabi muhammad,
Dari hari kiamat dapat syafaat.
Ya Allah Tuhan Rabbul Izzati,
Mohon tunjukkan hamba-mu ini,
Dapat ikuti sunnahnya nabi,
Agar selama di hari nanti.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
PERINGATAN ROJABIYAH

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ إِسْرَاهُ مِنْ مَكَّةَ إِلَى بَيْتِ الْمُقَدَّسِ فِى لَيْلَةِ الْكُبْرَى
وَأَرْسَلَهُ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ سِرَاجًا وَمُنِيْرًا
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْخَلْقِ وَالْوَرَى
 وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia !
  Pada saat ini kita berkumpul dalam suatu majlis dalam rangka memperingati hari ulang tahun Isro’ mi’roj junjungan kita nabi besar Muhammad Saw. Tetap pada tanggal 27 Rojab, dimana Rosulallah dipanggil oleh Allah untuk menerima perintah sholat lima waktu yang wajib diojalankan oleh Rasulallah Saw. Beserta umatnya atau  bisa dikatakan bahwa tanggal 27 Rojab ini merupakan hari ulang tahun perintah sholat 5 waktu:

Hadirin yang berbagia!
Sebagaimana yang kita ketahui  dalam kitab-kitab tarikh atau sejarah Islam seperti kitab Al-Barzanji bahwa yang disebut Isro  yaitu nabi dijalankan oleh Allah Swt. Mulai dari Masjidil Haram (Makkah) sampai Masjidil Aqhsa (Palestina ), sedangkan yang disebut Miroj yaitu nabi dinaikkan oleh Allah dari Masjidil Aqsha sampai ke Sidrotil, Muntaha untuk menghadap Allah menerima perintah sholat lima waktu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Bani Israil ayat 1 :
سُبْحَانَ الَّذِيْ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنْ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلىَ الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِيْ بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ أَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.
Terjemah:
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram Ke Al-masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya  Dia adalah Maha mendengar lagi maha mengetahui. (Q.S Al-Isra):1)
Hadirin yang berbahagia!
Dengan adanya peristiwa Isro Miroj ini kita harus menanamkan betul-betul rasa iman dan taqwa di dalam dada kita, sebab Isro Miroj ini sudah berada digaris qadrat qadar Allah sendiri, dan kita harus yakin yang percaya adanya, karena walau hanya direnungkan (analisis) secara logika atau dipikir-pikir dibayang-bayangkan dengan akal tanpa didasari rasa iman yang kuat ini akal manusia tidak dapat menjangkau, sebab kelemahan manusia itu sendiri. Tapi kalau kita kembalikan kepada sifat kekuasaan Allah, segala apa yang Allah kehendaki itu mudah atau gampang terjadinya. Jadi hal inilah yang menunjukkan atas kelemahan kita atau tidak kuasa kita, karena kita sama-sama makhluk yang diciptakan, dibuat dan dijadikan atas kekuasaan Allah Swt. Kalau Allah itu Al-Khaliq yang menciptakan.

Hadirin yang berbahagia!
Jadi, mari kita kembali pada pokok acara ini sebagaimana tadi kami katakan, bahwa di dalam reristiwa Isro dan miroj ini, nabi menerima perintah sholat 5 waktu yang wajib dilaksanakan oleh nabi dan umatnya, oleh karena itu mari kita sebagia umat nabi Mahammad Saw. yang dihari kiamat nanti kita mengharapkan syafaat dari beliau, mari kita jalan kan sungguh-sungguh, kita jaga betul-betul sholat 5 waktu ini jangan sampai kita tinggalkan agar kita terjaga atau tercegah dari sifat keji dan mungkar, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an :
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
Artinya :
Sesungguhnya sholat itu mencegah dari ( perbuatan – perbuatan ) keji dan mungkar.  (QS. Al-Ankabut : 45)

Hadirin yang berbahagia!
Juga sholat itu nanti akan dihisab lebih dulu di hari kiamat manakala sholat kita baik atau berat timbangannya maka segala amal sholeh lainnya ikut baik, tapi manakala sholat kita jelek atau ringan timbangannya maka segala amal lainnya seperti zakat, puasa, haji, dan lain sebagainya dianggap tidak baik, oleh karena itu mari kita jaga betul-betul sholat kita, kita jalannya sebaik-baiknya menurut syarat dan rukunnya, agar di hari kiamat nanti kita mendapatkan timbangan amal yang baik, yang menyebabkan diterimanya amal-amal sholeh kita yang lain.

Hadirin yang berbahagia!
Yang terakhir marilah kita bersholawat bersama-sama dengan syair rojabiyah :
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Di bulan Rojab harus kau ingat
Isro mirojnya nabi Muhammad
Menghadap Alloh wajibkan sholat
Untuk dirinya dan semua umat
Sholat lima waktu yang diwajibkan
Kita semua harus tunaikan
Janganlah sampai kita tinggalkan
Tanpa ada udzur yang membolehkan
Diperjalanan Isro Mirojnya
Nabi Muhammad dilihatkannya
Orang memukuli kepalanya
Lambang orang yang tinggal sholatnya
Zaman sekarang sudah terlihat
Disana sini banyak maksiat
Banyaklah orang tinggalkan sholat
Malah ikuti jalan yang sesat
Tinggalkan sholat dengan sengaja
Di akhirat pastilah celaka
Menghadap Allah mendapat murka
Mendapat siksa masuk neraka
Cukup sekian sambutan kami
Kurang lebihnya harap maklumi
Semua kesalahan dari kami
Hadirin mohon ampuni

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ النَّصِيْحَةَ مِنْ اَكَدِ الْوَاجِبَاتِ
وَخَصَّ بِالْفَلَاحِ مَنْ أَمَرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَى عَنِ الْمُنْكَرَاتِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمَؤَبَّدِ بِالْمُعْجِزَاتِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَادَامَتِ الْأَرْضُ وَالسَّمَوَاتُ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Didalam kesempatan kali ini kami mengajak kepada seluruh generasi muda-mudi islam yang giat dan gigih dalam memperjuangkan syariat islam agama Allah, marilah kita tingkatkan mutu semangat beramar maruf nahi munkar, yakni kita mengajak dan memerintah agar orang-orang berbuat baik melakukan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan Allah agar mereka melakukan kewajiban beramal yang mendapatkan ridha Allah Swt. Dan mencegah atau meninggalkan kemaksiatan yang tidak diridhoi oleh Allah Swt. Hal ini di anjurkan oleh Allah Swt dalam surat Ali Imron ayat 104 :
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Terjemah :
“ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongat umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung”  (QS. Ali Imran : 104)

Hadirin yang berbahagia!
Rasululloh Saw juga bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ (رواه مسلم)
Artinya :
“ barang siapa diantara kamu sekalian melihat kemunkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya (dengan kekuasaannya) dan bila ia tak mampu hendaklah ia merubah dengan lisannya (memberi nasihat) dan bila ia tak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya (ingkar di hati) dan itulah selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim).

Hadirin yang berbahagia!
Tentunya hal ini lah yang mendorong kepada kita untuk selalu giat beramar maruf nahi munkar, agar disana sini tidak terjadi kerusaan, kekerasan kejahatan yang tidak nyaman dipandang dan dirasakan oleh masyarakat dan bertentangan dengan ajaran agama, kalau kita selalu giat beramar ma’ruf nahi munkar tidak segan-segan memberi nasehat Insya Allah disana-sini terwujudlah kehidupan yang tenang aman dan tentram, tercapailah cita-cita agama bangsa dan negara yaitu :
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُوْرٌ
Negara aman damai adil dam makmur penuh ampunan dan ridho Allah Swt. Amin ya robbal alamin.

Yang terahir mari bersholawat bergantian dengan saya:
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Dunia ini sudahlah tua
Kemaksiatan meraja lela
Baik di kota atau di desa
Berbuat dosa sudah biasa
Pria wanita berterus terang
Turuti nafsu bersenang-senang
Berbuat dosa malam dan siang
Tiada malu dilihat orang
Allah ingatkan wahai manusia
Jangan teruskan berbuat dosa
Laksanakan sholat dan puasa
Sembahlah Allah yang Maha Esa
Jikalah engkau tetap durhaka
Takutlah Allah pastilah murka
Berbuat dosa bikin celaka
Disiksa Allah dalam neraka
Bencana alam tiada hentinya
Banjir dan gempa dimana-mana
Ingatlah pada kita semua
Ayo kembali pada yang kuasa
Ya Allah tuhan kami berdoa
Tabahkan hati iman dan taqwa
Ampuni kami segala dosa
Dunia akhirat aman sentosa 

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ























MENYONGSONG BULAN RAMADHAN

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ كَتَبَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ
وَضَاعَفَ الْأُجُوْرَ لِقَائِمِهِ بِعَمَلِ الْبِرِّ وِالْإِحْسَانِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَشْرَفِ الْإِحْسَانِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْفَضْلِ وَالْعِرْفَانِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Allah Swt menguji kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa yaitu melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang mulia,semua ini maksud dan tujuannya agar diketahui siapa di antara kita yang lebih kuat Iman dan taqwanya, Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam kitabnya, Surat Al-Baqoroh ayat 183  :
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنَ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya :
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kemu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah : 183)

Hadirin yang berbahagia!
Selain itu nabi bersabda :
لَوْ تَعْلَمُ أُمَّتِيْ مَا فِى رَمَضَانَ لَتَتَمَنَّوْا أَنْ تَكُوْنَ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ لِأَنَّ الْحَسَنَةَ فِيْهِ مُجْتَمَعَةٌ وَالطَّاعَةُ مَقْبُوْلَةٌ وَالدَّعَوَاتُ مُسْتَجَابَةٌ وَالذُّنُوْبُ مَغْفِرَةٌ وَالْجَنَّةُ مُشْتَقَةٌ لَهُمْ (رواه ابن عباس)
Artinya :
Seandainya umatku mengetahui pahala yang ada pada bulan Romadhon niscaya mereka mengharap adanya bulan-bulan setahun penuh itu dijadikan romadhon kerena kebaikan didalamnya dikumpulkan dan ibadah taat diterima dan doa doa dikabulkan dan dosa-dosa di ampuni dan surga senantiasa cenderung ingin ditempati umat-umat tersebut. (HR. Ibnu Abbas)

Hadirin yang berbahagia!
Mengapa perintah puasa ini hanya di khususkan kepada orang-orang yang beriman saja ? karena melaksanakan puasa mencegah lapar dan dahaga menahan diri tidak makan tidak minum sehari penuh itu tidak semua orang mampu dan mau melaksanakan akan tetapi bagi orang-orang yang beriman kepada Allah seberat apapun puasa ini tetap dilaksanakan karena mereka yakin bahwa ibadah puasa ini merupakan ujian dari tuhannya kepada semua hamba, yang beriman dan bertaqwa, yang tercermin dalam jiwanya, terpancar dari lubuk hatinya, tersirat sinar agama, yang tidak di hinggapi oleh noda, baik maksiat atau dosa, yang seluruh jiwa dan raga, tertanam taubatan nashuha, hanya kepada Allah Swt, ia panjatkan permohonan doa, selalu minta ampun untuk dirinya, dan untuk kedua orang tuanya agar selalu di beri rahmatnya, sebagaimana kedua-duanya, mengasihi kepada dirinya, di saat masih kecilnya.

Hadirin yang berbahagia!
Salah satu hikmah menjalankan ibadah puasa ialah kita dapat merasakan betapa berat beban penderitaan yang di alami oleh saudara-saudara kita yang menyandang fakir dan miskin yang kadang sehari dapat makan sehari tidak, bagaimana susahnya hal itu dialami, agar hati kita timbul rasa belas kasihan sehingga mau membantu dan menolong mereka, memenuhi kebutuhan mereka, membantu kekurangan mereka, apalagi di saat hari raya nanti yang sebentar lagi akan tiba mari kita bantu mereka, kita penuhi kekurangan mereka agar mereka di hari raya nanti bisa bersenang-senang bersama dengan kita memuji kebesaran Allah Swt.

Hadirin yang berbahagia!
Insya Allah kalau di bulan Ramadhan ini kita mau mengisi dengan berbagai kegiatan ibadah seperti sholat tarawih, tadarus Al-Quran bersedekah kepada fakir miskin menyantuni anak-anak yatim, dlsb. Allah Swt akan memberi ampunan kepada kita sehingga nanti keluar dari bulan Ramadhan kita memasuki idul Fitri (hari kembali pada kesucian) kerena dosa-dosa kita sudah terampuni oleh Allah Swt. Nabi bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخارى)



Artinya :
Barang siapa berqiyamul lail (memperbanyak ibadah) di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap keridhoan dari Allah Swt maka diampunilah dosa-dosanya yang lewat. (HR. Bukhori).
Hadirin yang berbahagia!
Yang terahir mari bersholawat bergantian dengan saya:
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Bulan ramadhan sudahlah tiba
Mari sambutlah dengan gembira
Kita semua di wajibkannya
Menunaikan ibadah puasa
Sungguh senangnya dan suka hati
Dengan datangnya bulan yang suci
Di bulan ini mari penuhi
Puasa, terawih serta mengaji
Sungguh sangatlah berbahagia
Bagi orang yang menemuinya
Pahala amal di lipatkannya
Semua dosa di ampuninya
Bulan turunnya kitab Al-Quran
Untuk pedoman semua insan
Mari dibaca dan diamalkan
Isi kandungnya jadi pedoman
Wahai saudara wahai kawan
Janganlah engkau sia-siakan
Turunnya rahmat serta ampunan
Dibulan Ramadhan sungguh dapatkan
Cukup sekian syair dariku
Kumohon pada bapak dan ibu
Serta semua kawan-kawanku
Maafkan semua kesalahanku
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
PERINGATAN NUZULUL QUR’AN

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ الْقُرْأَنَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ
وَجَعَلَهُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمَبْعُوْثِ عَلَى كَافَةِ الْإِنْسَانِ وَالْجَانِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ عَلَى مُمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Peristiwa Nuzulul Qu’ran ini merupakan peristiwa yang bersejarah yang patut di kenang oleh umat islam. Dimana Allah swt menurunkan Al-Qur’an wahyu yang pertama di bulan Ramadhan, yang Al-Qur’an ini menjadi petunjuk bagi kehidupan manusia yang dengan petunjuk itu umat manusia (kita semua) bisa membedakan mana perkara yang halal dan mana perkara yang haram. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 185 :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانَ
Artinya :
Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya di turunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). (QS. Al-Baqarah : 185)

Hadirin yang berbahagia!
Dengan penjelasan ayat tersebut kita sudah jelas bahwa di dalam bulan ramadha Al-Quran diturunkan, sedangkan sejarah diturunkannya Al-Quran ini ada dua masa
Pertama Al-Quran itu di turunkan oleh Allah Swt dari Lauh Mahfudz kelangit pertama pada suatu malam yang di sebut Lailatul Qodar.
Kedua mula pertama Al-Quran di turunkan kepada Nabi Muhammad saw pada tanggal 17 Ramadhan. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam surat Al-Qodar ayat 1-3 :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ, وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya :
Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (Q.S Al-Qadr : 1-3)
Hadirin yang berbahagia!
Oleh karena itu marilah kita tingkatkan amal ibadah kita terutama pada bulan Ramadhan ini, kerena yang dimaksud dengan satu malam lebih baik dari seribu bulan yaitu : amal ibadah yang di kerjakan pada satu malam itu lebih baik dan lebih besar nilai pahalanya dari pada mengerjakan seribu bulan di selain Ramadhan, namun satu malam itu tidak di tentukan oleh Allah tentang hari / tanggalnya jadi sangat di rahasiakan. Yang penting kita harus yakin bahwa bulan Ramadha itu bulan yang penuh berkah penuh pahala dan penuh ampunan. Sedangkan puncaknya hal itu terjadi pada satu malam yang sangat di rahasiakan oleh Allah yang di sebut malam Lailatul Qodar. Sebagian ulama ada yang menjelaskan bahwa Lailatul Qodar itu turun pada 10 hari yang akhir di bulan Ramadhan. Sedangkan menurut ulama yang lain Lailatul Qodar itu terjadi pada tanggal-tanggal ganjil di akhir bulan Ramadhan misalnya tanggal 21-29. Hal ini dijelaskan oleh Nabi :
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ (رواه البخارى)
Artinya :
Carilah Lailatul qodar di hari-hari yang ganjil pada sepuluh hari yang akhir di bulan Ramadhan. (HR. Al-Bukhori).

Hadirin yang berbahagia!
Yang terakhir mari bersholawat bersama saya : 
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Bapak dan ibu dan kawan-kawan
Dan juga hadirin sekalian
Lewat acara Nuzulul Quran
Mari tingkatkan taqwa dan iman
Manusia hidup di alam dunia
Tidaklah kekal selama-lamanya
Jikalau sudah tiba ajalnya
Harus berangkat kapan pun saja
Berangkat pergi ke alam kubur
Tiada bantal tiada kasur
Badan terbentang kaku membujur
Kelabang menggigit badan sekujur
Bagaimanakah sungguh sakitnya
Bagi orang yang kelak di dunia
Berbuat jahat pada sesama
Tiada taubat pada tuhannya
Indahnya kubur terang benderang
Di taman surga bersenang senang
Bagi dia yang rajin sembayang
Berbuat baik sesama orang
Perbanyak amal kelak hidupmu
Amal yang sholeh jadi temanmu
Yang menerangi alam kuburmu
Indah bagai di taman surgamu

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ















HALAL BI HALAL

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ مُدَوِّرُ الْأَوْقَاتِ وَالْأَيَّامِ
وَأَوْجَبَ عَلَيْنَا بِالصَّلاَةِ وَالصِّيَامِ
وَأَمَرَنَا بِالْإِتِّحَادِ وَصِلَةِ الْأَرْحَامِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ شَافِعِ الْأَنَامِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Bulan Ramadhan telah berlalu belan yang mulia telah pergi meninggalkan kita, kewajiban melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh telah kita jalankan dan pada akhirnya kita tutup dengan zakat fitrah mudah-mudahan ibadah yang kita jalankan di bulan Ramadhan ini termasuk iman kita, puasa kita, tarawih kita, tadarus kita dan semua ibadah lainnya diterima di sisi Allah Swt sehingga menjadikan sababiyahnya kita sekalian diampuni dosa-dosa kita yeng lewat.
Nabi bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه الحاكم)
Artinya :
Barang siapa yang berqiyamul lail (beribadah) di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah Swt maka diampunilah dosa-dosa yang telah lewat. (HR. Al-Hakim)

Hadirin yang berbahagia!
Saat Sekarang Kita Memasuki Bulan Syawal, Kehadiran kita pada saat ini bagaikan seorang prajurit yang baru pulang dari medan peperangan dengan membawa beberapa kemenangan yang gilang gemilang, kerena kita telah usai melaksanakan pertempuran melawan kedzaliman kekejaman, dan kemunkaran hawa nafsu yang setiap hari selalu membisik-bisik telinga kita, hati kita untuk menuruti kemauan syetan yang menjerumuskan kita ke lembah kedurhakaan dan kesesatan.

Hadirin yang berbahagia!
Tugas yang harus kita jalankan di bulan Syawal ini yaitu meningkatkan prestasi amaliyah yang sudah kita raih dengan susah payah di bulan Ramadhan lalu, untuk kita praktikkan dalam menghadapi sebelas bulan yang akan datang, kalau bulan Ramadha dapat dikatakan bulan tempat berlatih, dan bulan tempat membenahi diri maka keluar dari bulan ramadhan, keluar dari tempat berlatih, kita harus bisa menampakkan penampilan-penampilan yang lebih bagus dari pada sebelum kita berlatih, apalah artinya kalau kita berlatih sebulan penuh kalau keluar dari tempat berlatih kita tidak bisa tampil yang lebih bagus atau justru penampilan kita tetap jelek seperti saat sebelum kita berlatih, percuma kan ? Oleh karena itu mari sebelas bulan yang akan kita hadapi seharusnya dapat kita tempuh dan kita lewati dengan sebaik-baiknya dan mudah-mudahan bulan Ramadhan tahun ini bukan merupakan bulan Ramadhan yang terakhir bagi kita dan semoga Allah Swt masih memberi kesempatan pada kita untuk menemui bulan Ramadhan yang akan datang. Amin ya robbal alamin.

Hadirin yang berbahagia!
Untuk mencapai keberkahan hidup, keberkahan umur dan keberkahan rizqi dalam menghadapi sebelas bulan yang akan datang, nabi memberikan anjuran kepada kita untuk giat melakukan silaturrahmi, disabdakan oleh beliau :
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْشَاءَ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ (رواه مسلم)
Artinya :
Barang siapa ingin diluaskan rizqi nya dan di panjangkan (di berkahi) dalam umurnya maka hendaknya ia bersilaturrahmi (menyambung tali kekeluargaan). (HR Muslim)

Hadirin yang berbahagia!
Dengan adanya hadist tersebut kita sudah jelas bahwa bersilaturrahmi ini sangat berfaedahnya, oleh karena itu di bulan Syawal ini mari kita gelarkan bersilaturrahmi, kita kunjungi sanak family, kerabat, sahabat, orang tua, handitaulan, dlsb. Untuk saling memanfaatkan (halal bi halal) agar hidup kita diberikan oleh Allah dalam segala hal.




Hadirin yang berbahagia!
Yang terakhir mari bersholawat :
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Bulan ramadhan laksana tamu
Sebulan penuh kita bertemu
Kita bergaul bersatu padu
Sekarang kini pergi berlalu
Bulan Ramadha penuh ampunan
Doa-doa juga di ampunkan
Dosa yang berhubungan dengan tuhan
Semua Allah yang memaafkan
Sekarang datanglah bulan Syawal
Mari tingkatkan semua amal
Saatnya kita membina mental
Mari semua halal bi halal
Hubungan kita sesama insan
Terkadang kalah berselisihan
Timbulkan dosa dan kesalahan
Sekarang mari memaaf-maafkan
Minal aidzina wal faizin
Kulla amri antum bi khoirin
Semoga Allah robbul alamin
Terima amal kamu muslimin

Hadirin yang berbahagia!
Kurangnya tidak banyak yang kita sampaikan dalam acara halal bi halal ini dan tidak lupa kami ucapkan :
مِنَ الْعَائِذِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ أَجْمَعِيْنَ
Selamat berhari raya, selamat berbulan syawal atas kesalahan kami, kami mohon maaf lahir dan batin.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

WALIMATUL MAULID (AQIQAH)

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا
فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا, وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْخَلْقِ وَالْوَرَى
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Pada kesempatan ini mari kita terlebih dahulu memanjatkan rasa puji syukur kehadiran Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan nikmatnya kepada kita semua, sehingga pada saat ini kami sekalihan dapat menghadiri undangan bapak H. Umar (misalnya) sekeluarga dalam rangka Walimatul Tasmiyah (Walimatul Aqiqah) atas kelahiran putranya yang pertama dalam keadaan sehat dan selamat yang mana pada saat ini diperingati ketujuh harinya dan diberi nama Ahmad Zainuddin (misalnya).

Hadirin yang berbahagia!
Tidak lain kehadiran kita semua pada saat ini dimintai bantuan berkah doa restu dan membacakan sholawat Maulid Nabi yang mana fadilah atau berkah sholawat nabi ini nanti dihadiyahkan kepada putra bapak H. Umar tersebut agar kelak oleh Allah swt dijadikan anak yang sholeh berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa dan semoga menjadi anak yang taat ke pada Allah, kepada Rasulullah dan kepada kedua orang tuanya.

Hadirin yang berbahagia!
Memang sudah menjadi kewajiban bagi orang tua yaitu memberi nama yang baik kepada putra-putrinya mendidik yang baik dan memberi nafkah dengan rizqi yang halal sebagaimana Nabi bersabda :
حَقُّ الْوَلَدِ عَلَى وَالِدِهِ أَنْ يُحْسِنَ إِسْمَهُ وَأَدَبَهُ وَأَنْ لَا يَرْزُقَهُ إِلَّا طَيِّبًا وَأَنْ يُعَلِّمَهُ السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَأَنْ يُزَوِّجَهُ إِذَا أَدْرَكَ. رواه ابو داود

Artinya :
“hak orang tua terhadap anaknya yaitu member nama yang baik dan mendidik adabnya dan tidak member rizqi kecuali yang halal dan mengajarnya berenang dan memanah ( olahraga) dan menikahkan bila sudah saatnya nikah. (HR. Abu Dawud).

Hadirin yang berbahagia!
Dari keterangan hadist tersebut di atas , kita sudah faham dan jelas, sebagai orang tua seharusnya mawas, terhadap putra-putrinya harus awas, dan mendidiknya dengan ilmu yang luas, dan mengajarinya beramal yang ikhlas, agar tidak jadi anak yang malas, kesukaannya tidus pulas, membimbing orang tua hatinya panas, cita-citanya kandas, karena suka minum minuman keras, sampai habis beberapa gelas, bergaulnya bebas, wataknya buas, perilakunya ganas, bikin orang tua susah dan tidak puas, tapi anak yang di peringati kelahirannya pada saat ini yaitu putra bapak H. Umar yang diberi nama Ahmad Zainudin ini mudah-mudahan sesuai dengan namanya yang baik yang artinya  hiasan agama  . sehingga berkah bacaan sholawat nabi menjadikan anak yang berbudi pekerti, kepada orang tua taat dan berbakti, sehat jasmani dan rohani suka belajar dan mengaji, kepada bapak guru dan kyai, nasehat orang tua semua di ikuti untuk bekal hidup di hari nanti, menjadi anak pandai dan mengerti rajin ibadah kepada Allah yang maha suci, selalu mengharap ridho ilahi dan mendoakan orang tua yang sudah mati.

Hadirin yang berbahagia!
Yang terakhir marilah bersholawat :
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Dunia ini sebagai ladang
Tempat menanam semua orang
Silahkan anda tanam sembarang
Petik buahnya di masa datang
Bila petani pergi kesawah
Menanam padi tak kenal lelah
Hasilnya padi berlimpah ruwah
Hatinya senang tak kunjung susah
Jika petani pergi ke ladang
Menanam rumput, rumput belalang
Hati kecewa tiada terbilang
Belalangnya tidak dibeli orang
Ingatlah kawan kau dari mana
Sedang dimana mau kemana
Ingatlah dunia ini kan fana
Selain Allah semua akan sirna
Jika manusia sudahlah mati
Amalnya putus tiada berarti
Selain shodaqoh ilmu manfaati
Doa anak sholeh yang baik hati.
Sambutan kami cukup sekian
Di lain hari dapat di teruskan
Kesalahan kami mohon maafkan
Semua doa Allah kabulkan

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
















WALIMATUL KHITAN

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِإِتْبَاعِ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفَا
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَى. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita bisa bertemu, berpadu, dan bersatu disini majlis dalam rangka menghadiri acara Walimatul Khitan, yaitu khitannya putranya bapak H. Muhsin yang bernama adik Muhammad Usman, dan marilah kita doakan semoga adik Muhammad Usman yang baru di khitan ini segera sehat dan dapat melaksanakan tugasnya kembali seperti mengaji belajar, bersekolah dan lain sebagainya, dengan harapan kelak dapat menjadi anak yang sholeh, berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Amin ya robbal alamin

Hadirin yang berbahagia!
Perlu kami sampaikan bahwa khitan ini asal mulanya itba’ atau mengikuti sunnah Nabi Ibrahim As. Sehingga turun temurun sampai sekarang. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an :
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفَا
Artinya : dan kami wahyukan kepada mu (Muhammad) ikutilah sunnah Nabi Ibrahim ( Al-Ayat).

Hadirin yang berbahagia!
Adapun hikmah dari pada khitan yang paling pokok yaitu : untuk menghilangkan sisa-sisa najis atau kotoran yang melekat di pucuk dzakar atau penis, yang tanpa di khitan najis itu tidak dapat di hilangkan, maka dari itu dapat di simpulkan bahwa khitan itu hukumnya wajib, di dalam kitab Usul Fiqih di jelaskan :
كُلُّ مَا يُتَوَصَّلُ بِهِ إِلَى الْوَاجِبِ فَهُوَ وَاجِبٌ


yang artinya :
semua perkara yang di buat lantara untuk melaksanakan perkara wajib maka hukumnya juga wajib.

Hadirin yang berbahagia!
Disamping itu masih banyak lagi hikmah-hikmahnya khitan yang perlu dijelaskan secara logis, dan sebagian diantaranya, yaitu :
Pertama, khitan itu menyebabkan orang menjadi berjiwa pemberani (kendel, bahasa jawa), buktinya orang-orang dahulu, ketika bangsa Indonesia ini masih di jajah Belanda dan Jepang, orang-orang yang berani melawan dan mengusir penjajah itu tidak lain adalah orang-orang yang sudah khitan (sunnat) dan yang belum khitan semua tidak berani.
Yang kedua, khitan itu menimbulkan kesehatan, menjauhkan penyakit karena najis melekat dipucuk dzakar (penis) itu apabila tidak di khitan tidak bisa hilang dan menimbulkan penyakit.
Yang ketiga, khitan itu menjadikan agar payu rabi (bahasa jawa) karena gadis-gadis atau anak perawan itu akan di nikahi oleh laki-laki yang belum khitan tentu tidak mau, malah gadis-gadis itu mengejek : wong sunat wae dorong kok arep rabi to le le emoh aku (bahasa jawa). Khitan saja belum kok mau nikah tok dik dik nggak sudi aku.
Yang keempat, khitan itu dapat menyebabkan tingginya derajat seseorang, buktinya tokoh-tokoh kita, bapak kiyai bapak pejabat, dan tokoh-tokoh lain itu semua bisa mempunyai derajat yang tinggi dan yang mulia karena semua sudah khitan tanpa khitan tidak mungkin mereka punya derajat tinggi.
Yang kelima, Khitan itu dapat menambah nikmatnya hubungan seksual, seperti halnya makan pisang yang sudah di kupas kulitnya, tentu lebih enak yang sudah dikupas kulitnya. Ia kan?

Hadirin Yang berbahagia!
Demikianlah sekedar uraian tentang khitan yang dapat kami sampaikan semoga ada manfaatnya, dan sekali lagi mari kita berdoa semoga adik Muhammad Usman yang baru dikhitan semoga segera disembuhkan oleh Allah dan kelak semoga menjadi anak yang shaleh yang berbakti kepada Allah dan rasulallah dan kedua orang tuanya dan berguna bagi agama nusa dan bangsa. Amin  ya robbal alamin.
Hadirin  yang berbahagia!
Yang terahir mari bersholawat :
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Bapak ibu dan hadirin sekalian
Mudamudi dan tamu undangan
Lewat resepsi Walimatul Khitan
Marilah semua bersholawat
Wahai saudaraku yang tercinta
Sekarang sudah terbukti nyata
Tiada beda pria wanita
Baik di desa atau di kota                                       
Jika wanita pakai busana
Berbaju ketat pakai celana
Membuka aurot kemana-mana
Itu petanda imannya sirna
Jika lelaki berambut panjang
Memakai kalung memakai gelang
Beranting-anting kuping dilobang
Itu imannya sudah berkurang
Orang yang taqwa dan yang beriman
Baik lelaki atau perempuan
Menutup aurot sangatlah sopan
Baik di rumah atau di jalan
Sungguh indahnya dunia ini
Bila umatnya tunduk berbakti
Kepada Allah yang maha suci
Tunaikan sholat yang lima kali

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



PENYERAHAN KEMANTEN

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ سَنَّى بِالنِّكَاحِ عَلَى نَبِيِّهِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمَبْعُوْثِ بِدِيْنِهِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ بِسُنَّتِهِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Disini kami atas nama wakil rombongan pengantar pengantin putra sekaligus mewakili orang tua mempelai putra dari Desa Krebet Kecamatan Gumukmas (misalnya) disini kami perlu menyampaikan ucapan ribuan terima kasih kepada Bapak Shahibul Bait sekalian yaitu Bapak Bejo dan Ibu Marem (misalnya) yang mana kedatangan kami beserta rombongan pengantar kemanten telah disambung dengan ramah-ramah serta disediakan tempat duduk lengkap dengan hidangan-hidangan yang banyak yang semua itu sangat menyenangkan dan memuaskan hati kami, di  sini kami tidak bisa membalas dengan sesuatu apapun melainkan hanya mendoakan :
جَزَاكُمُ اللهُ أَحْسَنَ الْجَزَا كَثِيْرًا
Semoga Allah Swt membalas semua kebaikan bapak Shohibul bait sekalian dengan kebaikan balasan yang berlimpah-limpah.amin ya robbal alamin.

Hadirin yang berbahagia!
Untuk selanjutnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak Shohibul Bait sekalian, apabila beserta rombongan pengantar kemanten putra dari Desa Krebet Kecamatan Gumukmas ada hal-hal yang kurang berkenan baik dalam segi ucapan atau perbuatan, tingkah laku yang kurang menyenangkan atau kurang mencocoki Shohibul Bait sekeluarga, kami atas kami rombongan pengantar pengantin mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Dan disini kami juga mewakili orang tua mempelai pengantin putra yaitu Bapak Slamet sekalian yang mana pada saat ini Bapak Slamet sekalian tidak bisa hadir ikut mengantarkan putranya disini majlis karena dirumah masih banyak pekerjaan yang belum selesai maka tadi cuma menyampaikan amanah atau cuma beberapa pesan yang akan kami sampaikan kepada bapak Shohibul Bait dan hadirin sekalian.
Adapun amanah yang pertama, Bapak Slamet kirim salam kepada Bapak Bejo dan Ibu Marem serta semua tamu undangan disini majlis, maka dalam kesempatan ini kami sampaikan dengan ucapan :
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Adapun amanah yang kedua, kami di suruh menyerahkan si pengantin putra yang bernama Muhammad hasanuddin yang mana tadi sudah dilaksanakan akad nikahnya dengan Mbak Nur Hasanah putri Bapak Bejo, maka disini mengucapkan :
بِسْمِ اللهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Mas Muhammad Hasanuddin kami pasrahkan kepada Bapak Bejo sekalian khususnya kepada Mbak Nur Hasanah dengan pasrah bongkoan (maksud kami) yang demikian inilah keadaan Muhammad Hasanuddin, dari segi pendidikan memang sangat kurang apalagi pengalaman rumah tangga masih nol karenanya baru pertama kali ini melaksanakan pernikahan. Maka dari itu kami mohon kepada Bapak Bejo sekalian umumnya sesepuh dan tokoh masyarakat Desa Krebet Kecamatan Gumukmas untuk memberikan bimbingan dan pengarahan yang sebaik-baiknya agar kedua mempelai ini bisa membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, rumah tangganya barokah bahagia dan selamat dunia akhirat. Amin ya robbal alamin.

Hadirin yang berbahagia!
Untuk yang terakhir, bahwa seusainya acara ini nanti kami beserta semua rombongan pengantar pengantin juga langsung pamit pulang, maka dari itu kami mohon doa restu kepada bapak Shohibul Bait sekalian dan semua tamu undangan semoga perjalanan kami mulai dari majlis ini sampai tiba di rumahnya masing-masing selalu di beri keselamatan dan diberi rahmat oleh Allah swt sehingga tidak ada satupun halangan yang merintang. Amin ya robbal alamin.
Hadirin yang berbahagia!
Kiranya sekianlah sambutan kami kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
PENERIMAAN KEMANTEN

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَحَلَّ النِّكَاحَ وَحَرَّمَ السِّفَاحَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالصَّلَاحِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ لِنَيْلِ السَّعَادَةِ وَالنَّجَاحِ. أَمَّا بَعْدُ

Yang ke tiga kalinya kami mengucapkan :
مَرْحَبًا أَهْلًا وَسَهْلًا بِحُضُوْرِكُمْ
Selamat datang selamat bertemu kepada semua tamu undangan, pengantar pengantin dan hadirin sekalian, yang telah rela hadir disini majlis semoga atas kehadirannya dicatat oleh Allah Swt menjadi amal yang sholih yang di terima di sisi Allah. Dan atas kehadirannya kami ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.
Dan untuk selanjutnya marilah hidangan-hidangan yang sudah di suguhkan dihadapan hadirin sekalian ini kita nikmati dengan membaca bismillahirrahmaanirrohiim. Memang semenjak beberapa hari yang lalu kami sudah cicil-cicil sudah kami usahakan untuk dapat menyambut kehadiran tamu sekalian memberi jamuan yang semewah-mewahnya serta tempat duduk yang seindah-indahnya, namun apalah kenyataan yang ada, dapat dikatakan maksud hati ingin memeluk gunung tapi apa daya tangan tak sampai. Jadi hanya sedemikianlah kenyataannya yang dapat kami suguhkan, oleh karena itu atas segala kekurangan kami sekeluarga dalam memberikan jamuan hadirin sekalian kami mohon maaf yang sebesar-besarnya lahir dan batin.

Hadirin yang berbahagia!
Kalau tadi bapak yang mewakili rombongan pengantar mempelai pengantin putra sekaligus mewakili wali/orang tua penganten putra dari Desa Krebet Kecamatan Gumukmas sudah memberikan sambutan menyampaikan amanat dari Bapak Bejo sekalian, maka di sini kami juga mewakili Shohibul Hajjah yakni bapak H. Sholeh sebagai wali pengantin putri maka kami ingin menjawab beberapa amanat yang telah disampaikan tersebut peratama tadi Bapak Bejo kirim salam kepada bapak H. Sholeh dan semua tamu undangan yang hadir maka disini kami Jawab dengan ucapan :
وَعَلَيْكُمُ اَلسَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Yang kedua, yaitu : menyerahkan mempelai putra yang bernama Muhammad Hasanuddin kepada bapak H. Sholeh maka kami disini sebagai wakil bapak H Sholeh dengan senang hati dengan mengucapkan :
بِسْمِ اللهِ اَلْحَمْدُ للهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Kami terima dan langsung kami akui sebagai keluarga kami, oleh karena itu kami mohon doa restu kepada hadirin sekalian semoga kami bisa memberi bimbingan yang sebaik-baiknya, sehingga mempelai berdua bisa berhasil cita-citanya yaitu hidup barokah dan sejahtera serta barokah segalanya, barokah rizqinya, barokah keturunannya dan barokah ilmunya. amin ya robbal alamin.
Dan yang ketiga, tadi disampaikan bahwa apabila acara ini nanti sudah selesai semua tamu terutama pengantar kemanten terus pamit dan terus pulang, disini kami sebagai wakil Shohibul bait / tuan rumah menyampaikan, barang kali ada yang tidak menginginkan segera pulang dan masih jagong disini, maka kami sambut dan kami terima dengan senang hati, tapi kalau terpaksa harus pulang semua, kami tidak bisa memberi bekal apapun kecuali hanya mendoakan semoga perjalanan bapak/ibu sekalian, mulai dari majlis ini hingga tiba di rumahnya masing-masing selalu di beri perlindungan oleh Allah, diberi aman dan lancer tiada halangan apapun. Amin
Bapak ibu hadirin sekalian yang berbahagia untuk yang terakhir :
Orang Irian ke Sukabumi
Orang Krian ke bungurasih
Demikian sambutan kami
Cukup sekian terima kasih

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ





MAUIDHOTUL HASANAH
WALIMATUL ARS

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ النِّكَاحَ مِنْ أَحَدِ سُنَنِ الْمُؤَكِّدَاتِ
لِأَنَّ بِهِ سَبَبًا لِوُجُوْدِ الذُّرِّيَاتِ وَجَعَلَ وَلِيْمَتَهُ مِنْ أَفْضَلِ الْعِبَادَاتِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُؤَبَّدِ بِالْمُعْجِزَاتِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا لِلصَّالِحَاتِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang berbahagia!
Berbicara tentang walimah ini sudah tidak terpandang asing di kalangan umat islam, apalagi zaman sekarang ini mengadakan walimah sudah membudaya dan mentradisi dikalangan masyarakat, bahkan setiap orang mempunyai hajat seakan-akan tidak ketinggalan mengadakan walimah.
Pada asal mulanya mengadakan walimah itu memang anjuran dari Rosulallah saw. Pada suatu saat sahabat nabi yang bernama Abdurrahman bin Auf itu bercerita kepada Rasulallah bahwa dirinya baru melaksanakan nikah dengan mahar (mas kawin) emas seberat biji kurma lalu terus didoakan oleh Rasullullah agar barokah pernikahannya, lalu dianjurkan oleh Rasulallah agar mengadakan walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing, Rasulullah sendiri juga pernah mengadakan walimah atas pernikahan sendiri. Jadi dapat di simpulkan bahwa mengadakan walimah itu hukumnya sunnah karena mengikuti ajaran Rasulullah.

Hadirin yang berbahagia!
Adapun walimah itu bentuknya bermacam-macam, ada kalanya Walimatul Ars (manten), ada kalanya Walimatul Khitan (sunat), adakalanya Walimatut Tasmiyah (okum nama anak bayi) dlsb. Namun di antara sekian banyak walimah itu yang wajib didatangi hanya walimah manten. Dan yang selainnya mendatangi hukumnya sunnah.



Hadirin yang berbahagia!
Lalu mengapa okum mendatangi walimah itu berbeda-beda ? dalam hal ini sebagian walimah manten itu hukumnya wajib karena di dalam majelis walimah manten itu semua merasa senang yang jadi manten senang yang mengundang senang yang diundang juga senang. La. Kalau walimah khitan, orang yang mengundang senang, yang di undang senang, tapi anak yang di khitan terkadang menangis kesakitan, begitu juga walimah kelahiran yang mengundang senang, yang diundang juga senang, tapi yang melahirkan terkadang menangis kesakitan, iya to bu.?

Hadirin yang berbahagia!
Karena pada saat ini saya diundang dalam Walimatul Ars (walimah manten), maka yang saya bicarakan disini yaitu masalah nikah. Kata nikah itu berasal dari bahasa arab yang terdiri dari tiga huruf yaitu nun  kaf  ha (ن ك ح). Tiga huruf ini mempunyai arti sendiri-sendiri. Nomor satu nun/ن artinya yaitu nikmat. Nomor dua huruf kaf/ك artinya keramat/ karomah maknanya mulia. Nomor tiga ha’/ح artinya khikmah. Jadi orang yang sudah nikah itu selalu merasakan nikmat karena selalu didampingi sang istri yang cantik molek. Disamping itu keramat/mulia buktinya di saat ia berjalan untuk dipertemukan, semua hadirin berdiri menghormatinya, dan ia berjalan yang paling depan yang mengiringi semua di belakang. Selain itu juga ia banyak hikmah diantaranya jadi bertambah keluarganya kalau punya masalah ada yang diajak rundingan atau bermusyawarah dan yang lebih enak lagi biasanya kalau tidur sendiri, sekarang ada yang menemani, ada yang menghibur disaat susah dan yang lebih penting lagi nikah itu menjadikan sababiahnya kita punya keturunan punya generasi yang akan meneruskan perjuangan kita dimasa yanag akan datang. Maka dari itu rosulullah Saw menganjurkan pada generasi muda yang sudah mampu mencari biaya nikah untuk segala melaksanakan pernikahan. Beliau bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ إسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأْحَصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالْصَوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. متفق عليه
Artinya:
“wahai generasi muda, barang siapa diantara kamu sudah mempunyai biaya nikah maka nikahlah, karena nikah itu dapat menenangkan pandangan mata dan menjaga farji, dan barang siapa belum mampu maka berpuasalah karena puasa itu dapat mengekang sahwat”.  (HR.bukhari muslim).
Hadirin yang berbahagia !
Hadist disebut diatas mengarjurkan kepada generasi muda yang sudah mampu mencari biaya nikah untuk segala nikah, karena pemuda itu nafsunya menggebu gebu, kebiasaannya melamun apabila kalau habis ketemu dengan anak gadis atau cewek cewek dijalan matanya berupa biru, kerena terlalu lama melotot, bibirnya komat kamit sambil berkata:
Rinting rinting hujan gerimis,
Berpayung agar baju tak basah,
Bertemu gadis yang cantik manis,
Hatiku bingung jadi gelisa.
                 Kain kebaya berkelir batik,
                 Kudapat ia dari Maluku,
                 Siapa dia berwajah cantik,
                 Dapatkah dia menjadi milikku.

Nah begitulah bapak ibuk kebiasaan generasi muda, maka lewat kesempatan ini kalau menghimbau kepada rekan rekan generasi muda ayo rek segera laksanakan sunnah nabi, yaitu nikah atau rabi. Karena kalau cuma lirak lirik  dan pandang memandang terus melamun ya pusing sendiri. Karena kalau cuma dilamun saja tidak segera dilamar atau ditanyakan pada orang tuanyanya nanti bisa kedahuluan orang, kalau kedahuluan orang nanti tambah susah, jadinya begini:
Siapa bilang baju tak basah,
Jikalau hujan tiada terang,
Siapa hati bilang tak susah,
Jikalau pacar diambil orang.   
               Kota Kediri kota lahirku,
               Dikota jombang tempat tinggalku,
               Hendak kucari aku tak tahu,
               Hayalan bimbang dalam hatiku.

Hadirin Yang Berbahagia! 
Ia bagi generasi muda yang belum mempunyai biaya nikah, maka berusahalah dengan bekerja keras untuk menggumpulkan uang yang sebanyak banyaknya untuk nikah, kalau belum berhasil, nabi menganjurkan untuk berpuasa agar tegangan syahwat  tidak memuncak atau melambung tinggi karena kalau tidak dikekeng dengan berpuasa nanti bisa berbahaya, iya kan?

Hadirin yang berbahagia!
Akhirnya marilah kita berdoa  bersama mendoakan mempelai berdua semoga pernikahannya diberkai oleh allah, barokah umurnya, barokah rizqinya, barokah ilmunya, dan barokah anak keturunannya, terbentuk rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah, bahagia sejahtera, dan selamat dunia akhirat. amin ya robbal alamin.

Hadirin Yang Berbahagia! 
Marilah bershawat bersama
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Bapak dan ibu wahai saudara
Hati-hatilah hidup di dunia
Sewaktu-waktu iblis menggoda
Terutama bagi kaum pemuda
Iblis menjerat kapada kita
Memakai umpan kaum wanita
Wahai pemuda yang banyak harta
Jangan segera kau jatuh cinta
Teguhkan jiwa dengan imanmu
Bentengi dada dengan ilmumu
Godaan syetan dalam nafsumu
Goyahkan iman serta taqwamu.
Wanita sholehah yang baik hati
Mohonlah allah agar dapati
Pilihlah dulu dengan teliti
Agar kau tidak menyesal nanti.
Wanita sholehah pujaan hati
Berakhlaq mulia berilmu tinggi
Tenangkan jiwa kaum lelaki
Dalam rumah tangga tentramlah pasti

Hadiri semua yang ada disini
Cukup sekian pidato kami
Kurang lebihnya harap maklumi
Semua kesalahan maafkan kami 

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




























PEMBERANGKATAN JENAZAH

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

Bapak, Ibu, Hadirin sekalian yang berbahagia!
Kami berdiri disini mewakili bapak H. Yasin sekeluarga yang menerima musibah dari Allah Swt, yaitu wafatnya ayahnya yang bernama Mbah Sholeh, kami menghaturkan ribuan terima kasih kepada hadirin sekalian yang berbela-sungkawa ikut memandikan, mengkafani, dan mensholati jenazah dan lain sebagainya. Dan kami disini tidak bisa membalas dengan sesuatu apapun atas kebaikan budi bapak ibu dan hadirin sekalian hanya saja kami dapat mendoakan :
جَزَاكُمُ اللهُ أَحْسَنَ الْجَزَا كَثِيْرًا
Semoga Allah swt yang membalas budi baik hadirin sekalian dengan kebaikan balasan yang melimpah. Amin ya robbal alamin

Bapak ibu dan hadirin sekalian yang kami hormati!
Selanjutnya mari kita doakan semoga arwah Mbah Sholeh diterima di sisi Allah Swt dan diterima semua amal baiknya dan di ampuni semua dosa-dosanya dan dilapangkan alam kuburnya. Semoga anak, cucu dan semua keluarganya yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan dan kesabaran oleh Allah Swt, sehingga dapat meneruskan cita-cita dan perjuanganya. Amin.

Hadirin yang berbahagia!
Perlu kami sampaikan bahwa  selama Mbah Sholeh masih hidup nampaknya Mbah Sholeh ini termasuk orang yang berbudi baik, tidak pernah membikin resah dan membikin susah terhadap keluarga dan tetangga kanan kirinya, namun disini masih perlu kami ikrarkan pada hadirin sekalian, bahwa jenazah Mbah Sholeh ini termasuk jenazah yang baik apa baik? termasuk jenazah yang baik apa jelek? Termasuk jenazah yang baik apa baik? terima kasih.


Hadirin sekalian yang berbahagia!
Yang terakhir atas segala kesalahan dan kekhilafan Mbah Sholeh, bapak ibu dan hadirin sekalian sudilah memberi kemaafan atau barang kali Mbah Sholeh punya hak adami, misalnya hutang piutang atau janji-janji yang lain yang bersangkutan kepada Mbah Sholeh kami mohon bapak, ibu hadirin sekalian sudilah mengikhlaskan atau menghalalkanya, namun seandainya hal itu berat untuk diikhlaskan, kami mohon untuk bermusyawarah dengan keluarga atau ahli waris untuk diselesaikan secara baik, agar keberadaan Mbah Sholeh di alam kubur tidak menanggung beban yang berat yang menghalangi perjalananya untuk masuk ke surga.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Kiranya sekianlah dari kami, kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan mari jenazah kita berangkatkan ke kubur dengan membaca kalimat Toyyibah. Sekian.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
لا اله الا الله, لا اله الا الله
لا اله الا الله, لا اله الا الله














MENYAMBUT KEDATANGAN HAJI

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَ حَجَّ بَيْتِهِ مَنِ اسْتَطَعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْخَلْقِ قَوْلًا وَفِعْلًا
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا جَزِيْلًا. أَمَّا بَعْدُ

Hadlrotal mukarromiin para ulamaaul aamiliin, para bapak, para ibu hadirin sekalian yang berbahagia.
        Pada kesempatan ini marilah kita panjakan rasa puji syukur kehadiran Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayahnya kepada kita bersama, sehingga kesempatan ini kita bisa berkumpul di majelis untuk menyambut kedatangan jamaah haji, saudara-saudara kita sekabupaten jember.
         Kami ikut bergembira dan bangga hati karena saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji telah hadir di tanah air kembali dan dapat menunaikan beberapa syarat dan rukunnya dalam keadaan aman, urge, selamat tiada halangan apapun, marilah kita doakan semoga menjadi haji yang mabrurdan maqbul dan semoga kita yang belum dapat menunaikan ibadah haji selalu di beri keluasan rizqi oleh Allah sehingga ditahun yang akan datang kita segera dipanggil oleh Allah dapat menunaikan ibadah haji ketanah suci, amin ya robbal alamin     
     
Bapak ibu hadirin sekalian yang berbahagia !
Haji yang mabrur itu tidak ada balasan lain kecuali urge. Hal ini dapat di jelaskan oleh nabi dalam suatu hadist:
اَلْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةَ. رواه أحمد
Artinya :
“Haji yang mabrur itu tidak ada belasan kecuali surga” (HR. Ahmad)

Hadirin yang berbahagia ! 
Dengan adanya hadist nabi tersebut, maka sangat agunglah pahala bagi orang yang sudah menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu apabila kita sudah diberi keluasan rizqi oleh Allah, hendaknya segeralah kita tunaikan perintah Allah ibadah haji ini dan janganlah kita punya anggapan apabila nanti dibuat menunaikan ibadah haji harta kita akan habis atau mengurangi kekayaan, lalu kita jadi orang mlarat (miskin), dlsb. Itu tidak benar, bahkan anggapan seperti itu termasuk perbuatan kufur, karena haji itu diperintahkan oleh Allah dan orang yang melanggar perintah Allah itu kufur dan berdosa, karena haji itu diperintahkan oleh Allah bagi orang-orang yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur`an surat Ali Imron ayat 97:
وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيِّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ.
Terjemah:
Dan bagi orang-orang yang mampu (menetapi syarat dan rukunnya) itu di wajibkan oleh Allah menunaikan ibadah haji dan barang siapa berbuat kufur (tidak percaya kepada Allah, ingkar akan kewajibannya haji) maka sesungguhnya Allah itu maha kaya dari orang semesta alam. (QS. Ali Imron : 97)

Hadirin yang berbahagia !
Disamping ini ibadah haji yang mabrur merupakan salah satu amal yang lebih utama setelah iman dan jihad fisabilillah. Rosulullah Saw pada suatu saat ditanya oleh sahabat:
يَا رَسُوْلُ اللهِ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ الإِيْمَانُ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ. قِيْلَ ثُمَّ مَاذَا ؟ قَالَ جِهَادٌ فِي سَبِيْلِ اللهِ. قِيْلَ ثُمَّ مَاذَا ؟ قَالَ الحَجُّ الْمَبْرُوْرُ. رواه أبو هريرة
Artinya :
“Wahai Rosulullah! Amal apa yang lebih utama? Beliau menjawab: Iman kepada Allah, lalu ditanya : Kemudian apa lagi? Beliau menjawab jihat fisabilillah, lalu ditanya kemudian apa lagi? Beliau menjawab haji yang mabrur”. (HR.Abu Hurairoh)

Hadirin yang berbahagia!
Adapun sebagai ciri-ciri haji yang mabrur yaitu : Apabila orang sudah melaksanakan haji maka ia menambah amal-amalnya yang bagus serta zuhud dunia, yakni menjauhi dari mencinta (rakus) dengan harta dunia mementingkan urusan akhirat.
    Sedangkan cirri-ciri haji yang mardud (yang ditolak oleh Allah) yaitu apabila orang setelah menunaikan Ibadah haji orang itu malah mengurangi amal ibadahnya dan tidak rajin beramal sholeh serta bertambah rakusnya dengan urusan dunia.   
Hadirin yang berbahagia !
Yang terakhir sekali lagi mari kita doakan semoga jamaah  haji kita yang baru tiba dari tanah suci ini, semoga  menjadi  haji yang diterima di sisi Allah dan amal ibadahnya semakin meningkat , amal  shalehnya semakin bertambah dan menjadi haji yang mabrur dan semoga kita mendapatkan barakahnya ,sehingga di tahun-tahun yang akan datang kita yang belum mampu  menunaikan segera segara bisa menunaikan . Amin ya robbal alamin.
Hadirin demikianlah yang dapat kami sampaikan tentang ibadah haji kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ





















PERANAN WANITA DALAM KELUARGA
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَفَاضَ نِعَمَهُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ نَبِيِّهِ وِرَسُوْلِهِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَقَارِبِهِ وَأَصْحَابِهِ. أَمَّا بَعْدُ

Ibu – ibu dan mbak–mbak fatayat yang kami sayangi !
Hidup di tengah – tengah masyarakat dewasa ini, manusia tidak cukup berbekal kekuatan tenaga dan senjata, seperti halnya hidup di tengah hutan belantara yang di huni oleh para binatang buas, namun dengan berbekal ilmu pengetahuan yang bermanfaat itulah yang di perluakan dewasa ini, baik laki-laki maupum perempuan, oleh karena itu nabi bersabda :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ. الحديث
Artinya:
“Menuntut ilmu itu fardlu bagi tiap-tiap orang Islam laki-laki dan perempuan”. (HR.Ibnu Abdil Bar)

Ibu-ibu dan mbak-mbak fatayat yang bahagia!
Dengan adanya hadits tersebut kita jelas, bahwa yang wajib membawa ilmu bukanlah kaum laki-laki saja tapi kaum wanita pun tidak boleh ketinggalan harus mencari ilmu, karena di dalam urusan rumah tangga peranan wanita sangat dilibatkan dan sangat di harapkan untuk bergotong-royong membantu suami dalam mengurus putra-putri menjaga harta benda suami, menggembirakan anak-anak dan suami dan semua keluarga. Nabi bersabda :
خَيْرُ النِّسَاءِ إِمْرَأَةٌ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ وَإِذَا أَمَرْتَ أَطَاعَتْكَ وَإِنْ غِبْتَ عَنْهَا حَفَظَتْكَ فِي مَالِكَ وَنَفْسِهَا. رواه ابن عباس
Artinya :
“Sebaik-baik wanita yaitu seorang istri yang apabila engkau meliatnya ia selalu menggembirakan kamu, dan apabila engkau perintah ia taat kepadamu dan apa bila engkau tinggal pergi ia selalu menjaga hartamu dan dirinya. (HR.Ibnu Abas)

Ibu-ibu dan mbak-mbak fatayat serta hadirin sekalian yang berbahagia!
Disamping tugas-tugas dalam rumah tangga yang harus dilaksanakan kita masih diharapkan pengabdian kita di masyarakat, bangsa dan Negara kita, Rasulullah bersabda :
اَلْمَرْأَةُ عِمَادُ الْبِلَادِ إِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ الْبِلَادُ وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ الْبِلَادُ. رواه الديلمي
Artinya:
“Kaum wanita itu tiang Negara apabila wanita itu baik maka negarapun baik dan manakala wanita itu rusak maka negarapun jadi rusak”. (HR.Addailani)

Ibu-ibu dan mbak-mbak fatayat serta hadirin yang berbahagia!
Jadi untuk menjaga nama baik Negara, Para kaum wanita punya peran utama, Dalam menegakkan bangsa, Maka ia tidak cukup untuk bergaya, Tidak cukup pandai berbusana, Agar nampak cantik jelita, Kalau di pandang nampak mempesona, Tapi juga harus bersama-sama kaum pria, Melaksanakan perintah agama, Taat dan  patuh pada suaminya, Berbudi baik dan berakhlak mulia, Menjaga martabat dan etika, Berilmi tinggi dan berbudi bahasa, Karena negara Nampak tegak dan jaya, Suami bisa selamat harta bendanya, Karena ia pandai menjaganya.

Ibu-ibu dan mbak-mbak fatayat hadirin sekalian yang berbahagia!
Untuk yang terakhir mari kita bersholawat bersama-sama………
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Mencari ilmu fardhu hukumnya
Bagi kaum lelaki dan wanita
Semenjak kecil hingga dewasa
Bahkan sampai meninggal dunia
Sungguh aneh di zaman sekarang
Pakaian wanita sungguh merangsang
Pakai rok mini sangatlah cingkrang
Kurang sedikit hampir telanjang
Dalam agama sudahlah terang
Itu hukumnya sungguh dilarang
Apalagi kalau dilihat orang
Habis melihat terbayang-bayang
Hati-hatilah wahai wanita
Pakaianmu itu menambah dosa
Jikalau engkau tak menggantinya
Pastilah nanti kau dapat siksa.
Belum semua orang memandang
Pada tubuhmu hatinya senang
Membeli baju jangan sembarang
Pertanda kamu imannya kurang
Wanita shalehah taat agama
Sangatlah sopan dalam busana
Tertutuplah semua aurotnya
Sangatlah indah dan mempesona

Sekian kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya .

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


















MENYAMBUT HARI KEMERDEKAAN
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ صَدَقَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ
وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بْنِ عَبِدِ اللهِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ رُشْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ

Hadrotal  Mukarromin para ulamaaul aamiliin, Para Bapak pejabat pemerintah baik sipil maupun ABRI, para bapak para ibu yang kami hormati, para gerasi muda-mudi harapan bangsa dan agama yang kami sayangi.

Hadirin yang berbahagia!
Alhamdulillah pada saat ini kita bisa bertemu di gedung balai desa (misalnya)
Yang diliputi oleh suasana yang sejuk, indah dan cemerlang ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke , mudah mudahan pertemuan kita ini dicatat oleh Allah sebagai amal Sholeh yang dapat memberikan manfaat kepada agama bangsa dan Negara tercinta ini.
Yang ke dua kalinya, Shalawat serta salam bahagia Allah semoga tetap dilimpahkan kepada jujungan kita nabi besar Muhammad Saw sebagai pahlawan revolusi dunia yang telah mengikis habis zona kedzoliman, kejahatan dan kekejaman bangsa jahiliyah dan di reformasi menjadi Islamiyah yang penuh kedamaian dan keindahan ini, semoga pertemuan kita disini majlis menjadikan sebabiyahnya kita semua besok di hari kiamat bisa mendapatkan syafaat dari beliau besok di hari kiamat.

Hadirin yang berbahagia!
Kemerdekaan bangsa Indonesia yang kini sedang kita nikmati kita terima dan kita rasakan ini bukanlah hadiah dari bangsa asing yang di berikan dengan cuma-cuma itu bukan, tapi itu semuah adalah berkah jerih payah dan perjuangan bapak-bapak kita yang terdahulu yang di rebut dengan mencurahkan segala pengorbanan, baik jiwa, raga maupun harta benda serta tekad bulat dan pesatuan yang utuh.
Hadirin yang berbahagia!
Memang untuk mencapai suatu keberhasilan ini, yang harus diutamakan adalah masalah-masalah kebersamaan dan kebersatuan, karena bersatu itu membawa rahmat, Nabi bersabda :
اَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ. رواه البيهقي
Artinya:
“Perkumpulan itu membawa rahmad dan perpecahan itu membawa siksa”. (HR.Al-Baihaki).

Hadirin yang berbahagia!
Hadits tersebut dikuatkan oleh firman Allah surat Ali Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلَاتَفَرَّقُوْا
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai”. (QS.Ali Imran: 103)

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai amal yang baik, yang bermanfaat bagi bangsa dan Negara ini, serta membina kader-kader bangsa para generasi muda agar betul-betul menjadi generasi yang berkualitas yang betul-betul bisa meneruskan perjuangan para pemimpin-pemimpin kita terdahulu dan menjadi generasi-generasi yang berilmu serta beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Quran :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى أَمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Artinya:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”. (QS. Al-Araf : 96)

Hadirin yang berbahagia!
Selain dari pada itu kita sebagai generasi penurus atau perawis pejuang-pejuang terdahulu, kalau orang-orang dahulu telah rela berkorban harta benda dan jiwa raga demi untuk merebut kemerdekaan dan mewarisi masjid, mushollah, tempat-tempat sekolah serta mewarisi beberapa ajaran ilmu pengetahuan yang semua itu kita yang menikmati dan merasakanya, maka sebaliknya sekarang kita harus mewarisi para generasi kita para anak cucu kita agar mereka nanti bisa merasakan jasa-jasa  kita dan mau meneruskan perjuangan kita.

Hadirin yang berbahagia!
Khalifah umar bin khattab disaat beliau di angkat menjadi khalifah atau kepala Negara, maka beliau langsung mengadakan turba (turun kebawah) beliau langsung mendatangi perkampungan penduduk mengadakan penyuluhan, dan disaat beliau sedang menyuluh di sektor pertanian, tiba-tiba beliau menemui seorang petani tua yang sudah lanjut usia, berjalanya sudah sempoyongan, usianya sekitar seratus tahun, tapi anehnya petani yang sudah tua ini masih bersemangat bercocok tanam sambil berjalan sempoyongan, petani ini masih kuat mencangklok cangkul dan membawa sekantong biji kurma pergi keladangnya, dan langsung ia membanting tulang mencangkuli ladangnya, ia tanami biji kurma. melihat kondisi orang tua yang masih bersemangat itu Khalifah Umar Bin Khattab langsung bertanya:  wahai kakek yang sudah tua! Kenapa kakek usianya sudah tua kok masih mau berusaha payah menanam biji kurma? Padahal 15 tahun lagi belum tentu berbuah! Apa kakek tidak enak menanam semangka atau pohon ketela nanti 2 bulan atau 7 bulan sudah panen dan kakek bisa menikmati buahnya atau merasakan hasil tanamannya?

Hadirin yang berbahagia!
Kemudian kakek yang menanam kurma itu menjawab Khalifah Umar dengan tegas :
لَقَدْ غَرَسُوْا فَأَكَلْنَا وَإِنَّنَا لَنَغْرِسُ حَتَّى يَأْكُلَ النَّاسِ بَعْدَنَا
Artinya:
“Sungguh orang-orang dahulu telah menanam jasa dan aku yang memakan tanamannya maka sekarang aku juga harus menanam agar orang-orang yang sesudah aku bisa memakan jasaku ( hasil tanamanku)”

Hadirin yang berbahagia!
Mendengarkan jawaban kakek yang seperti itu Khalifah Umar langsung heran terharu dan mengeluarkan air mata, karna ternyata kakek yang sudah tua itu menanam bukan untuk kepentingannya sendiri, bukan untuk dimakan sendiri, tapi ia memikirkan nasib generasi yang sesudahnya. Oleh karna itu kita sebagai generasi penerus pewaris orang dahulu, kalau orang dahulu telah berjasa kepeda kita menanam pohon-pohon meninggalkan sawah ladang meninggalkan bangunan-bangunan dan semua itu kita yang merasakan dan memanfaatkannya maka sekarang mari kita tanam mari kita membangun, mari kita didik para generasi kita karena merekalah yang akan memiliki masa depan dan di tangan merekalah hidup dan matinya bangsa ini dan di dalam derap langkah merekalah maju atau mundurnya bangsa dan agama dimasa yang akan datang.

Hadirin yang berbahagia!
Dan mari kita berdoa kepada Allah agar Allah Swt segera mewujutkan cita-cita kita bersama dan cita-cita bangsa dan Negara yaitu:
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُوْرٌ
Negara aman damai, adil, makmur, penuh ampunan dan ridla Allah Swt. Amin ya robbal alamin.

Para hadirin yang terakhir mari kita bershalawat bersama-sama !
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Dunia ini sebagai ladang
Tempat menanam semua orang
Silahkan anda tanam sembarang
Petik buahnya di masa datang
Manusia hidup di alam dunia
Tidaklah kekal selama-lamannya
Jikalau sudah tiba ajalnya
Harus berangkat kapanpun saja.
Mencari ilmu fardlu hukumnya
Bagi lelaki juga wanita
Semenjak kecil hingga dewasa
Bahkan sampai meninggal dunia
             Orang dahulu telah berjasa
             Tinggalkan kita bangsa negara
             Kita semua yang mewarisinya
             Mari dijaga dan dipelihara



Generasi muda harapan bangsa
Baik lelaki atau wanita
Tegakkan bangsa serta agama
Agarlah jaya selama-lamanya
             Semoga Allah yang maha kuasa
             Menjadikan bangsa Indonesia
Adil dan makmur damai sentosa
Kaya dan jaya sepanjang masa

Para hadirin, sekianlah sambutan, kami kurang lebihnya mohon maaf

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ






















ISLAM ILMU DAN AMAL

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَرْسَلَهُ اللهُ عَلَى كَافَّةِ الْأُمَمِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَنْبَعِ الْعُلُوْمِ وَالْحِكَمِ. أَمَّا بَعْدُ

Hadrotul mukarromin para ulamaul amilin, para bapak, para ibu,  Hadirin yang berbahagia!
Untuk yang pertama kami ucapkan bismillah, Serta puji syukur Alhamdulillah, Kehadiran allah yang matra murah, Karna dalam suasana yang indah, Kita semua tetap mendapatkan rahmah dan taufik serta hidayah, Sehingga kita bisa ber muwajjahah, Dalam keadaan sehat wal afiyat, Semoga pertemuan kita fi hadzihissaah, Menjadi pertemuan yang barokah, Serta manfa’ah dan maslahah, Fiddini waddunnya wal akhirah, Amin ya robbal alamin.
Untuk yang kedua kalinya semoga salam bahagia allah dan rahmat
Selalu di tetapkan pada Nabi Muhammad, Nabi yang sanggup akan memberi syafaat kepada semua umat, Baik kaya atau melarat
Baik pejabat atau rakyat, Selagi umat itu masih mau taat, Rajin ibadah dan tidak maksiat, Baik di dunia maupun di akhirat, Mudah  mudahan kita berhak mendapatkan syafaat, Dari beliau besok di hari kiamat, Amin ya robbal alamin

Hadirin yang berbahagia!
Menurut pandangan islam, bahwa agama yang paling mulia disisi Allah yaitu agama islam. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 19 :
إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ الْإِسْلَامِ
Terjemah :
“Sesungguhnya agama yang di ridloi disisi Allah hanyalah islam”. (QS Ali Imran : 19)



Hadirin yang berbahagia!
Karena dengan berbagai ajarannya, agama islam ini menjamin keselamatan umatnya, selama umat tersebut mau melaksanakan semua perintah nya dan mau menjauhi semua larangan agama-nya, menjamin selamat baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, kita sebagai umat islam yang selalu mengharapkan keselamatan dalam hidup ini hendaknya segala hal selalu kita cocokan dengan agama kita baik dalam hal membina rumah tangga, atau dalam hal mendidik anak atau dalam hal mencari rizqi dan lain sebagainya, semua hal itu hendaknya diatur yang sesuai dengan agama kita, karena rumah tangga yang tidak di dasari dengan agama, sering terjadi percocokkan, pertengkaran, dan akhirnya bisa perceraian dan perpisahan. Karena membangun rumah tangga itu tidak semudah membangun rumah yang bertangga, kalau membangun rumah yang bertangga itu asal ada uang ada dana ada biaya lengkap insya Allah semua beres, tapi kalau membangun rumah tangga meskipun ada uang ada biaya dan lengkap harta benda belum tentu itu bisa mewujudkan kebahagiaan dan ketenangan serta ketenteraman dalam rumah tangga tanpa didasari dengan ajaran agama.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Agama Islam menjamin keselamatan dan kebahagiaan pada umatnya tersebut itu tidak dapat dihasilakan dengan santai begitu saja bukan, akan tetapi kebahagiaan dan keselamatan itu harus dicapai dengan usaha lehir batin dan di tuntut dengan ilmu pengetahuan, Nabi bersabda :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ. رواه مسلم
Artinya:
“Menuntut ilmu itu fadlu bagi tiap-tiap orang Islam laki-laki dan perempuan”. (HR.Imam Muslim)

Dan selain itu Nabi juga bersabda :
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الْأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. رواه أحمد
Artinya:
“Barang siapa menghendaki (kebahagiaan) di dunia hendaklah di tuntut dengan ilmu, dan barang siapa menghendaki (kebahagiaan) di akhirat hendaklah dituntut dengan ilmu dan barang siapa menghendaki (kebahagiaan) di dunia akhirat hendaklah dituntut dengan ilmu”. (HR.Ahmad)
Hadirin yang berbahagia!
Apabila memasuki abad modern sekarang ini, dimana otak manusia sudah semakin hebat, kemajuan sudah nampak di segala bidang, kebudayaan asing semakin banyak yang masuk ke negeri kita, maka dari itu sebagai umat Islam jangan sampai ketinggalan, apalagi masalah pendidikan terhadap putra-putri kita yang menjadi harapan bangsa dan agama di masa yang akan datang, jangan sampai mereka kita biarkan begitu saja tanpa kita urus dan kita pikir soal pendidikannya. Kita sebagai orang tua, bertanggung jawab demi kesuksesan mereka dan demi kebahagiaan mereka di masa mendatang.

Hadirin yang berbahagia!
Sebagai umat Islam disamping kita diwajibkan mencari ilmu, kita juga diwajibkan untuk beramal karena di dalam Islam antara ilmu dan amal itu merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan, nabi bersabda :
اَلْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَشَجَرٍ بِلَا ثَمَرٍ
Artinya:
“Ilmu itu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah”.

Hadirin yang berbahagia!
Hadist nabi tersebut diperkuat oleh firman Allah, surat Al- An’am ayat 135:
قَالَ يَا قَوْمِ اعْمَلُوْا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ
Terjemah:
“Katakanlah : (wahai Muhammad) Hai kaumku, beramallah (menurut kemampuanmu), Sesungguhnya aku adalah orang yang beramal”. (QS.Al-An’am:135)

Hadirin yang berbahagia!
Dengan adanya Hadist dan ayat Al-Qur’an tersebut kita sudah jelas bahwa agama Islam itu menganjurkan kepada kita untuk selalu beramal menurut kemampuan dan bidangnya masing-masing, yakni jika kita tergolong menjadi orang yang alim, mari beramal dengan ilmu kita, kita didok keluarga dan saudara kita. Tetangga dan masyarakatkita dengan berbagai ilmu pengetahuan yang kita miliki dan kalau kita tergolong menjadi orang yang kaya mari kita infaqkan harta benda kita, kita tolong fakir miskin, kita santuni anak-anak yatim, kita bantu mereka agar mendapatkan kebahagiaan hidup lahir dan batin. Dan jika kita tergolongan menjadi orang yang kuat tenaga  dan pikiranya, mari kita sumbangkan tenaga dan pikiran kita untuk kepentingan saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan dan terutama demi kepentingan bangsa dan agama serta masyarakat agar terwujudlah kesejahteraan dan kebahagiaan di antara kita, keluarga kita dan masyarakat kita, akhirnya semoga tercapai cita-cita agama, bangsa dan Negara, yaitu:
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُوْرٌ
Negara aman dan damai, adil makmur serta penuh ampunan dan ridla Allah Swt.

Hadirin yang berbahagia!
Yang terakhir marilah bershalawat kepada baginda nabi Muhammad:
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ

Bapak ibu hadirin yang kuhormati
Didunia tuntutlah ilmu yang tinggi
Dan beramallah yang ikhlas di hati
Semua untuk bekal di hari nanti.
Manusia hidup di dunia ini
Haruslah ia berhati-hati
Didunia tidak kekal abadi
Suatu saat pastilah mati.
Jika manusia ajalnya tiba
Lepasnya nyawa berbeda-beda
Tinggal amalnya kelak di dunia
Baik atau buruk kan dibalasnya
Bagi orang yang baik amalnya
Ketika ia hidup di dunia
Lepasnya nyawa tidak terasa
Karena ia tak punya dosa
Bagi orang yang ahli maksiat
Hidup di dunia tak mau shalat
Kepada Allah tidak bertaubat
Lepasnya nyawa sakitnya dahsyat.
Ya Allah Tuhan Robbul Izzati
Ampuni dosa hamba-Mu ini
Kuatkan iman Islam di hati
Sebagai bekal di hari nanti.

Hadirin yang berbahagia!
Kiranya hanya inilah yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
























HAKEKAT KEHIDUPAN MANUSIA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى فُنُوْنِ نِعَمِهِ وَجَزِيْلِ عَطَائِهِ وَرَحْمَتِهِ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنِ أَرْسَلَهُ اللهُ بِدِيْنِهِ لِجَمِيْعِ أُمَّتِهِ
 وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ لِدِيْنِهِ. أَمَّا بَعْدُ

Para Bapak para Ibu Hadirin sekalian yang berbahagia!
Sebelumnya kami menyampaikan apa yang terkandung di hati, Sebagai langkah yang pertana kali, Kami panjatkan rasa syukut dan puji, Kehadiran Ilahi Robbi, Tuhan yang maha suci, Maha mulya dan Maha tinggi, Yang berkah rahmat-nya yang tak putus dan berhenti, Pada kesempatan yang berbahagia ini, Kita bisa berkumpul dan bersilaturrahmi, Tetap dalam suasana yang sehat berseri-seri, Semoga pertemuan kita menjadi amal silaturrahmi, Yang mendapatkan ridla ilahi,  Bisa merhormati dan memberkahi, Pada diri kita sendiri, Umumnya pada keluarga sanak dan family. Amin ya robbal alamin
Dan untuk kedua kalinya, Rahmat dan salam yang abadi, Semoga di tetapkan pada baginda nabi, Sebagai pahlawan dan pemimpin revolusi, Yang sukses dalam merombak dan mereformasi, Dari masa yang dzalim dan keji, Masa yang ganas dan ngeri, Menuju masa yang aman dan damai, Yang cerah bagi mentari, Yang terbit di pagi hari, Semoga pertemuan kita saat ini, Menjadikan sababiyahnya kita mendapat syafaatnya di hari kiamat nanti, Amin ya robbal alamin.

Hadirin yang berbahagia!
Manusia diciptakan oleh Allah kedunia ini, tidak hanya sekedar untuk berkembangbiak dan hidup bebas di alam dunia seperti halnya hidupnya binatang di hutan itu bukan?! Akan tetapi manusia hidup di dunia ini  mengemban amanat dan misi ibadah yang nanti di pertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah Swt. Oleh karena itu, manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna lengkap dangan akal, nafsu dan pikiran, agar dengan akalnya itu manusia dapat membedakan mana yang baik mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram, dan mana yangperintah, mana pula yang larang dan lain sebagainya Allah swt. Berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنَ
Terjemah:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia malainkan supaya mareka mengabdi kepada-ku”. (QS. Adzariyyat : 56)

Dan dalam surat Al-Bayyinah allah juga berfirman:
وَمَا أُمِرُوْا إِلَّا لِيَعْبُدُوْنَ اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ
Terjemah :
“dan tidaklah manusia itu di perintah kecuali untuk menyembah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama dengan lurus”. (QS. AL-Bayyinah : 5)

Hadirin yang berbahagia!
Dengan adanya firman allah tersebut kita sudah jelas bahwa tenyatan tugas kita dalam hidup ini adalah beribadah oleh karena itu dalam hidup ini marilah kita berusaha untuk sedapat mungkin untuk melaksanakan semua perintah Allah dan berusaha untuk menjauhi larangan larangan Allah agar kita tergolong menjadi orang selamat di dunia dan akhirat amin
           
Hadirin sekalian yang berbahagia !
Untuk  mewujudkan amal perbuatan yang bernilai ibadah ini tidak khusus dilakukan di dalam mushalla, akan tetapi semua perbuatan dan semua amal pekerjaan yang kita lakukan untuk mencapai ridla Allah itu tercatat menjadi amal ibadah, contohnya : seorang suami yang bekarja keras menbanting tulang mencari rizqi  untuk memberi nafkah   untuk dirinya dan keluarganya agar terhindar dari sifat thoma’, dan rakus dan demi untuk mencapai ketenangan dan ketentraman berumah tangga itu juga tercatat menjadi amal ibadah .Begitu juga disaat kita makan dan minum sehari-hari kalau kita berniat agar mendapat kekuatan untuk melaksanakan perintah allah tidak sekedar menuruti kemauan hawa nafsu yang sepuas-puasnya itu juga tercatat sebagai amal ibadah. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami menghimbau pada hadirin sekalian, marilah dalam hidup yang singkat ini kita  berlomba-lomba untuk memperbanyak amal-amal yang sholeh. Allah berfirman:
فَاسْتَبِقُوْا الْخَيْرَاتِ
Artinya:
“Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan”.
 
Hadirin yang berbahagia!
Begitulah sifat rahman rahim allah swt. Jadi dalam urusan ibadah ini kita dibikin gampang sekali karna allah bersifat maha pemurah dan maha kasih sayang. Oleh karna itu janganlah dalam hidup ini kita jadi pemalas tidak tau diri kalau setiap hari dan setiap saat selalu mendapatkan kasih sayang allah.

Hadirin yang berbahagia!
               Kalau kita melaksanakan ibadah atau mentaati perintah allah dan menjauhi larangan allah itu hakikatnya bukan untuk allah, akan tetapi manfaatnya dan pahalanya ibadah itu kembali pada diri kita sendiri, Allah tidak membutuhkan sedikitpun dari amal perbuatan kita karna allah sudah maha mulya dan maha kaya, jadi tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Tapi sebaliknya kitalah membutuhkan apa-apa dari allah, melaksanakan amal yang banyak karena allah, dan barang siapa yang memperbanyak berzikir kepada allah maka allah selalu memperhatikan kepada kita.

Hadirin yang berbahagia!
             Mudah-mudahan dengan adanya uraian yang singkat ini dapat memberikan spirit atau dorongan kepada kita terutama kepada diri kami sendiri, sehingga kita mendapatkan taufiq dan hidayah dari Allah swt. Dan tergolong menjadi orang-orang yang selamat di dunia dan akhirat. Amin ya robbal alamin……..

Sebagai penutup mari bersholawat:
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ
*
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ

عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ الْعَلَمِ
*
يَأُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ



Wahai pemuda pemudi islam
Laksanakan sholat siang dan malam
Sembahlah tuhan semesta alam
Sesama muslim tebarkan salam
Tolong menolong dalam hal taqwa
Pada saudara yang seagama
Kalau menolong berbuat dosa
Di akhirat nanti mendapat siksa
Baik yang kaya atau melarat
Baik yang rakyat atau penjabat
Kalau di dunia tidaklah sholat
Azab dan siksa pasti di dapat
Celakalah orang yang maksiat
Hidup di dunia berbuat jahat
Sampai mati tidak bartaubat
Siksanya Allah sangatlah dahsyat
Bagi orang yang taqwa dan iman
Suka menolong sesama insan
Mengharap Allah senang dan aman
Di dalam surga indah dan nyaman
Bapak ibuk hadirin sekalian
Inilah yang dapat ku sampaikan
Sedikit banyak mari amalkan
Kurang lebihnya mohon maafkan

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ







Dalil-dalil pilihan

Hadits 1: Hadits Berlepas Diri dari Kaum Kuffar (Bara’ah)
Dari Abdullah bin 'Umar, Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka." – Hadits Hasan Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, nomor 4031. Bulugh al-Maram, nomor 1514.

Hadits 2: Hadits Berbagi Hadiah
تَهَادُوْا تَحَابُّوْا
“Berbagi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” – Hadits Hasan (Al-Albani): Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad nomor 594 (الأدب المفرد)

Hadits 3: Hadits Pemahaman Agama
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
"Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allāh, maka Allāh akan memahamkannya (diberi kepahaman) dalam urusan agama. …" – Shahih Muslim nomor 1037 (كتاب الزكاة)

Hadits 4: Hadits Kewajiban Mengikuti Sunnah Rasulullāh
‎ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Dari ‘Aisyah (رضي الله عنها) berkata: “Rasulullāh (‎صلى الله عليه وسلم) bersabda: ‘Barangsiapa yang melakukan sebuah amal perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami maka amal perbuatan itu tertolak'.” – Shahih Muslim nomor 1718 (كتاب الأقضية), al-Qowa’id al-Fiqhiyyah. II/26.




Hadits 5: Hadits Larangan Menggambar Makhluk Hidup Bernyawa
Dalam ash-Shahiihaiin (al-Bukhari dan Muslim) diriwayatkan dari Abu Sa'id رضي الله عنهما, dia berkata, Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,
اِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُوْنَ
"Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari Kiamat adalah orang-orang yang menggambar (makhluk yang bernyawa)".  Hadits Muttafaq 'Alaih: Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Sunan an-Nasa'i nomor 5357, 5364, Sahih al-Bukhari nomor 5950, 6109, Shahih Muslim nomor 2107.

Hadits 6: Hadits Menyatakan Cinta
‎إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ إِيَّاهُ
"Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberi tau bahwa dia mencintainya". – Hadits Hasan (al-Albani): at-Tirmidzi nomor 2392 (كتاب الزهد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم)

Hadits 7: Hadits Niat Beramal
Dari 'Umar bin Al-Khaththab, aku mendengar Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
"Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung) pada niatnya, dan seseorang itu akan mendapatkan sesuai dengan  yang dia niatkan".  – Hadits Shahih (al-Albani): Shahih Bukhari nonor 1, 6689, 6953, Shahih Muslim nomor 1907, Sunan Abi Dawud nomor 2201, Sunan an-Nasa'i nomor 3794.

Hadits 8: Hadits Menuntut Ilmu
Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” – Shahih: Ibnu Majah no. 224 (كتاب المقدمة), dari Shahabat Anas bin Malik رضى الله عنه.

Hadits 9: Hadits Istiqamah
قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ فَاسْتَقِمْ
Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah', kemudian beristiqamahlah (berpegang teguh kepada ketaatan). – Shahih Muslim nomor 38.

Hadits 10: Hadits Apabila Ragu
دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ
"Tinggalkan apa yang engkau ragukan dan kerjakan apa yang engkau tidak ragu." – Hadits Shaih (Darussalam): Sunan an-Nasa'i nomor 5711, an-Nawawi, Jami at-Tirmidzi nomor 2518 dengan lafazh (دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ); "Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu, Karena sesungguhnya Kebenaran adalah Ketentraman dan Dusta adalah Keraguan." Dari al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib.

Hadits 11: Hadits Menunjukkan Kebaikan
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." – Shahih Muslim nomor 1893 (كتاب الإمارة).

Hadits 12: Hadits Menyampaikan Dalil
Dari Abdullah bin ‘Amr Al-‘Ash رضى الله عنه: Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” – Sahih al-Bukhari nomor 3461

Hadits 13: Hadits Berpegang Kepada Sunnah
‎فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيينَ
“Hendaklah kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapat bimbingan (Petunjuk).” – Hasan (Darussalam):  Sunan Ibnu Majah nomor 42 (كتاب المقدمة).

Hadits 14: Hadits Dosa Terang-terangan
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ
"Setiap umatku dosanya akan dimaafkan kecuali orang yang berbuat dosa secara terang-terangan. ..." – Shahih al-Bukhari nomor 6069 (كتاب الأدب), Shahih Muslim nomor 2990 (كتاب الزهد والرقائق) dengan lafazh (كُلُّ أُمَّتِي مُعَافَاةٌ إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ).

Hadits 15: Hadits Menuntut Ilmu Agama
Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allāh mudahkan jalannya menuju Surga. ...” — Sahih (Darussalam): Jami` at-Tirmidzi nomor 2646 (كتاب العلم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم), dari Shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎.

Hadits 16: Hadits Menuntut Ilmu Agama (2)
‎مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allāh memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” – Sahih (Darussalam): Jami` at-Tirmidzi 2646 (كتاب العلم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم), lihat juga Sunan Abi Dawud nomor 3641, 3643 (كتاب العلم).

Hadits 17: Hadits Berkata Baik atau Diam
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” — H.R. Bukhari, Muslim.

Hadits 18: Hadits Berkata Baik adalah Sedekah
Rasulullāh (‎صلى الله عليه وسلم) bersabda,
‎الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
"... Perkataan yang baik adalah sedekah ..." — Shahih Bukhari nomor 2989 (كتاب الجهاد والسير)
Hadits 19: Hadits Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat
Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
“Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah dia meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi dirinya.” — H.R. At-Tirmidzi.

Hadits 20: Hadits Jangan Marah
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah ‎رضي الله عنه‎‎ bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ‎صلى الله عليه وسلم : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi  ‎صلى الله عليه وسلم bersabda: “La Tagh-Dhob; Jangan marah!” — H.R. Bukhari.

Hadits 21: Hadits Berbuat Baik
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
“Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian, sampai ia suka sekali berbuat yang baik kepada saudaranya, sebagaimana dia suka diperlakukan baik pula oleh saudaranya.” — H.R. Bukhari, Muslim.

Hadits 22: Hadits Larangan Bunuh Diri
Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,
مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ فِيْ الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang bunuh diri dengan sesuatu di dunia, maka dia akan diadzab dengannya pada hari Kiamat (dengan cara seperti itu pula).” — Shahih: al-Bukhari nomor 1363, Muslim nomor 110 & 176, dari Tsabit bin ad-Dhahhak رضى الله عنه. Ini lafazh Muslim.



Hadits 23: Hadits Setiap Orang adalah Pemimpin
Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,
أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian bertanggung jawab atas yang ia pimpin ... seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas keluarganya ... Ketahuilah setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang ia pimpin”. – Shahih Muslim, nomor 1829 (كتاب الإمارة).

Hadits 24: Hadits Memilih Teman
Dari Abu Hurairah رضى الله عنه, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman”. — Hasan (Al-Albani): Abu Dawud nomor 4833 (كتاب الأدب).

Hadits 25: Hadits Memilih Sahabat
Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,
اَلْمَرْءُ عَلَىٰ دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung dari Agama sahabat karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat karib. — Hasan: Abu Dawud no. 4833, at-Tirmidzi no. 2378.

Hadits 26: Hadits Mati Dalam Kemunafikan
Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,
‎مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ
“Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan ia tidak pernah ikut berperang, dan tidak terbetik di dalam benaknya (hatinya) untuk berperang, maka matinya termasuk dalam satu cabang kemunafikan”.  Shahih: Muslim no. 1910, Abu Dawud no. 2502, an-Nasa'i (VI/8), Ahmad (II/374), dari Shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎.

Hadits 27: Hadits Pahala Mati Syahid
Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,
‎لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُحَلَّى حُلَّةَ الإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ
“Orang yang mati syahid di sisi Allāh mendapat enam keutamaan: (1) Diampunkan dosanya sejak tetesan darah yang pertama, (2) Dapat melihat tempatnya di Surga, (3) Akan dilindungi dari adzab kubur, (4) Diberikan rasa aman dari ketakutan yang dahsyat pada hari Kiamat, (5) Diberikan pakaian iman, dinikahkan dengan bidadari, dan (6) Dapat memberikan syafa'at kepada 70 orang keluarganya”. — Hasan: Ibnu Majah no. 2799 (كتاب الجهاد) dari Miqdam bin Ma'di Kariba رضي الله عنه‎‎.

Hadits 28: Hadits Berharap
إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ
"Sungguh bagimu apa yang engkau harapkan." — Shahih: Muslim no. 663.

Hadits 29: Hadits Kriteria Perempuan Pilihan
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"Wanita itu dinikahi karena empat perkara: (1) karena hartanya, (2) karena keturunannya, (3) karena kecantikannya, dan (4) karena Agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama, niscaya kamu beruntung." — Sahih al-Bukhari no. 5090 dari Shahabat Abu Hurairah (كتاب النكاح).